Amazon, Google, dan Meta Dukung Peningkatan Penggunaan Nuklir pada 2050
HOUSTON, investor.id – Amazon, Google, dan Meta Platforms milik Alphabet sepakat mendukung upaya penggunaan nuklir pada Rabu (12/3/2025). Tiga raksasa teknologi itu mengatakan setidaknya penggunaan energi nuklir dilipatgandakan di seluruh dunia pada 2050.
Perusahaan-perusahaan teknologi tersebut menandatangani ikrar yang pertama kali diadopsi pada Desember 2023 oleh lebih dari 20 negara, termasuk Amerika Serikat (AS), pada Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Lembaga-lembaga keuangan termasuk Bank of America, Goldman Sachs, dan Morgan Stanley mendukung ikrar tersebut tahun lalu.
Ikrar tersebut tidak mengikat, tetapi menyoroti dukungan yang semakin besar untuk memperluas penggunaan tenaga nuklir di antara industri-industri terkemuka, keuangan, dan pemerintah.
Amazon, Google, dan Meta semakin menjadi pendorong penting permintaan energi di AS saat mereka membangun pusat-pusat kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI).
Sektor teknologi beralih ke tenaga nuklir setelah menyimpulkan energi terbarukan saja tidak akan menyediakan daya yang cukup andal untuk kebutuhan energi mereka.
Baca Juga:
Teknologi Nuklir untuk Dunia KesehatanAmazon dan Google mengumumkan investasi pada Oktober 2024 untuk membantu meluncurkan reaktor nuklir kecil. Teknologi ini masih dalam tahap pengembangan, yang diharapkan industri akan mengurangi biaya dan jangka waktu yang telah mengganggu pembangunan reaktor baru di AS.
Meta mengeluarkan seruan pada Desember 2024 bagi pengembang nuklir untuk mengajukan usulan guna membantu perusahaan teknologi tersebut menambah hingga empat gigawatt nuklir baru di AS.
Ikrar yang ditandatangani hari ini dipimpin oleh Asosiasi Nuklir Dunia (World Nuclear Association) di sela-sela konferensi energi CERAWeek by S&P Global di Houston.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






