Jumat, 15 Mei 2026

Amazon, Google, dan Meta Dukung Peningkatan Penggunaan Nuklir pada 2050

Penulis : Grace El Dora
12 Mar 2025 | 17:42 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi pembangkit listrik energi nuklir. (Foto: businesstoday.com.my)
Ilustrasi pembangkit listrik energi nuklir. (Foto: businesstoday.com.my)

HOUSTON, investor.id – Amazon, Google, dan Meta Platforms milik Alphabet sepakat mendukung upaya penggunaan nuklir pada Rabu (12/3/2025). Tiga raksasa teknologi itu mengatakan setidaknya penggunaan energi nuklir dilipatgandakan di seluruh dunia pada 2050.

Perusahaan-perusahaan teknologi tersebut menandatangani ikrar yang pertama kali diadopsi pada Desember 2023 oleh lebih dari 20 negara, termasuk Amerika Serikat (AS), pada Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Lembaga-lembaga keuangan termasuk Bank of America, Goldman Sachs, dan Morgan Stanley mendukung ikrar tersebut tahun lalu.

Ikrar tersebut tidak mengikat, tetapi menyoroti dukungan yang semakin besar untuk memperluas penggunaan tenaga nuklir di antara industri-industri terkemuka, keuangan, dan pemerintah.

ADVERTISEMENT

Amazon, Google, dan Meta semakin menjadi pendorong penting permintaan energi di AS saat mereka membangun pusat-pusat kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI).

Sektor teknologi beralih ke tenaga nuklir setelah menyimpulkan energi terbarukan saja tidak akan menyediakan daya yang cukup andal untuk kebutuhan energi mereka.

Amazon dan Google mengumumkan investasi pada Oktober 2024 untuk membantu meluncurkan reaktor nuklir kecil. Teknologi ini masih dalam tahap pengembangan, yang diharapkan industri akan mengurangi biaya dan jangka waktu yang telah mengganggu pembangunan reaktor baru di AS.

Meta mengeluarkan seruan pada Desember 2024 bagi pengembang nuklir untuk mengajukan usulan guna membantu perusahaan teknologi tersebut menambah hingga empat gigawatt nuklir baru di AS.

Ikrar yang ditandatangani hari ini dipimpin oleh Asosiasi Nuklir Dunia (World Nuclear Association) di sela-sela konferensi energi CERAWeek by S&P Global di Houston.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 6 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 10 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 48 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 52 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia