Trump dan Putin akan Bahas Perang Rusia di Ukraina Pekan Ini
WASHINGTON, investor.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin diperkirakan akan berbicara untuk membahas perang Rusia di Ukraina pekan ini. Pemerintah AS mencoba menengahi gencatan senjata dalam perang Rusia-Ukraina, menurut utusan khusus AS Steve Witkoff.
Ini akan menjadi panggilan telepon kedua yang dipublikasikan antara Trump dan Putin, sejak pemimpin AS tersebut memulai masa jabatan keduanya pada 20 Januari 2025. Sebelumnya Trump dan Putin sempat berbicara pada Februari 2024 dan sepakat untuk memulai pembicaraan tingkat tinggi untuk mengakhiri perang di Ukraina.
"Saya pikir kedua presiden akan berdiskusi dengan sangat baik dan positif minggu ini," ujar Witkoff seperti dikutip CNN internasional, Senin (17/3/2025).
Witkoff minggu ini akan ke Rusia bertemu dengan Putin. Utusan Trump dan Putin akan melakukan pembicaraan yang bertujuan untuk mengakhiri invasi Rusia ke Ukraina. Witkoff berharap akan segera melihat solusi yang disepakati bersama.
"Presiden menggunakan jangka waktu beberapa minggu dan saya tidak tidak setuju dengannya. Saya sangat berharap kita akan melihat beberapa kemajuan nyata di sini," ucap Witkoff.
Pada Minggu, Witkoff kembali berbicara tentang prospek panggilan telepon Trump dan Putin. Tetapi ia tidak memberikan rincian tentang keputusan apa yang mungkin diambil dari diskusi tersebut.
Witkoff mengatakan kedua pemimpin menjalin hubungan pada masa jabatan pertama Trump. Utusan itu juga berharap panggilan telepon minggu ini akan sangat positif dan konstruktif, katanya
Panggilan telepon pertama Trump kepada Putin terjadi setelah Witkoff pergi ke Rusia untuk membawa pulang Marc Fogel, guru sejarah Amerika yang dianggap AS telah ditahan secara tidak sah.
Sehari setelah pertukaran tahanan, Trump mengumumkan ia berbicara dengan Putin dan mengatakan panggilan telepon mereka berlangsung panjang dan sangat produktif.
Witkoff menolak membahas apakah Trump dan Putin akan memutuskan dalam panggilan telepon tersebut untuk melanjutkan gencatan senjata 30 hari yang diusulkan AS. Sementara itu, pemerintah Ukraina telah menyetujui kesepakatan tersebut.
Putin mengatakan ia setuju secara prinsip dengan usulan tersebut, tetapi masih ada rincian yang harus diselesaikan.
"Presiden Trump adalah pembuat keputusan utama, pembuat keputusan kami, dan Presiden Putin, untuk negara Rusia, adalah pembuat keputusan mereka. Saya pikir itu pertanda yang sangat positif bahwa mereka berdua akan berbicara di suatu titik. Saya pikir itu menunjukkan ada momentum positif," sambung Witkoff.
Ia pun menepis penilaian terbaru dari Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang mengatakan Rusia tampaknya tidak sungguh-sungguh mencari perdamaian. Macron juga mengatakan Putin telah mengintensifkan pertempuran sebelum bernegosiasi.
Menurut Witkoff, ia tidak mengetahui komentar Macron namun sempat meresponsnya. "Sangat disayangkan ketika orang membuat penilaian semacam itu (ketika) mereka tidak memiliki pengetahuan langsung," kata dia seperti dikutip Associated Press, Senin.
"Saya tahu apa yang saya dengar, bahasa tubuh yang saya saksikan. Saya melihat upaya konstruktif, dalam jangka waktu yang lama untuk membahas secara spesifik apa yang terjadi di lapangan," kata Witkoff tentang pertemuannya dengan Putin.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






