Jumat, 15 Mei 2026

OECD Pangkas Prospek Ekonomi AS dan Global karena Tarif Trump

Penulis : Grace El Dora
17 Mar 2025 | 23:06 WIB
BAGIKAN
Pelanggan berbelanja di toko kelontong pada 13 Februari 2024 di Chicago, Illinois, Amerika Serikat. (Foto:Scott Olson/Getty Images)
Pelanggan berbelanja di toko kelontong pada 13 Februari 2024 di Chicago, Illinois, Amerika Serikat. (Foto:Scott Olson/Getty Images)

PARIS, investor.id – Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) dan global diperkirakan akan lebih rendah dari yang diproyeksikan sebelumnya, menurut perkiraan terbaru dari Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD). Lembaga ini memangkas prospek ekonomi AS dan global karena tarif perdagangan yang diterapkan Presiden AS Donald Trump.

“Pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) global diproyeksikan akan menurun dari 3,2% pada 2024, menjadi 3,1% pada 2025 dan 3,0% pada 2026, dengan hambatan perdagangan yang lebih tinggi di beberapa negara G20 dan meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan kebijakan yang membebani investasi dan pengeluaran rumah tangga,” ungkap OECD pada Senin (17/3/2025) dalam laporan Prospek Ekonomi interimnya seperti dikutip CNBC internasional.

“Pertumbuhan PDB tahunan di Amerika Serikat diproyeksikan akan melambat dari laju yang kuat baru-baru ini, menjadi 2,2% pada 2025 dan 1,6% pada 2026,” kata lembaga tersebut.

ADVERTISEMENT

Dalam proyeksi sebelumnya, yang diterbitkan pada Desember 2024, OECD memperkirakan pertumbuhan ekonomi global sebesar 3,3% tahun ini dan tahun depan. Ekonomi AS diperkirakan tumbuh 2,4% pada 2025 dan 2,1% pada 2026.

OECD mengatakan proyeksi terbarunya berdasarkan asumsi tarif bilateral antara Kanada dan AS, juga antara Meksiko dan AS dinaikkan sebesar 25 poin persentase tambahan pada hampir semua impor barang dagangan mulai April 2025.

Jika kenaikan tarif lebih rendah, atau diterapkan pada lebih sedikit barang, aktivitas ekonomi akan lebih kuat dan inflasi akan lebih rendah dari yang diproyeksikan. "Tetapi pertumbuhan global akan tetap lebih lemah dari yang diperkirakan sebelumnya," sambungnya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 47 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia