Jumat, 15 Mei 2026

Paus Fransiskus Serukan Perdamaian dan Kebenaran dalam Konflik

Penulis : Grace El Dora
18 Mar 2025 | 23:46 WIB
BAGIKAN
Paus Fransiskus mengadakan konferensi pers di dalam pesawat kepausan dalam penerbangannya kembali setelah perjalanan 12 hari melintasi Asia Tenggara dan Oseania pada Jumat (13/9/2024). (Foto: REUTERS/Guglielmo Mangiapane/Pool)
Paus Fransiskus mengadakan konferensi pers di dalam pesawat kepausan dalam penerbangannya kembali setelah perjalanan 12 hari melintasi Asia Tenggara dan Oseania pada Jumat (13/9/2024). (Foto: REUTERS/Guglielmo Mangiapane/Pool)

VATIKAN, investor.id – Paus Fransiskus menyerukan perdamaian dan kebenaran dalam konflik, kata paus yang dirawat di rumah sakit selama sebulan karena pneumonia. Ia menyerukan diakhirinya perang dan mendesak media untuk melayani kebenaran, dalam suratnya kepada surat kabar terkemuka di Italia.

Menekankan perlunya jurnalisme yang bertanggung jawab di masa konflik, pemimpin Katolik berusia 88 tahun itu mendorong agar tetap tenang. Paus Fransiskus mencatat, media memiliki tugas untuk merasakan pentingnya kata-kata.

"Kata-kata tidak pernah sekadar kata-kata: kata-kata adalah fakta yang membangun lingkungan manusia. Kata-kata dapat menghubungkan atau memecah belah, melayani kebenaran atau menggunakannya," tulis Fransiskus kepada Corriere della Sera, dalam surat tertanggal 14 Maret 2025.

ADVERTISEMENT

"Kita harus melucuti kata-kata, melucuti pikiran dan melucuti Bumi. Ada kebutuhan besar untuk refleksi, ketenangan, dan rasa kompleksitas. Meskipun perang hanya menghancurkan masyarakat dan lingkungan, tanpa menawarkan solusi untuk konflik, diplomasi dan organisasi internasional membutuhkan kehidupan dan kredibilitas baru," imbuhnya.

Surat itu ditulis sebagai tanggapan atas catatan yang dikirim oleh direktur Corriere, Luciano Fontana, kepada paus yang telah dirawat di rumah sakit Gemelli di Roma sejak 14 Februari 2025. Secara rutin menyerukan diakhirinya konflik di seluruh dunia, Francis mencatat soal ini di saat penyakit perang tampak semakin tidak masuk akal.

"Kerapuhan manusia, pada kenyataannya, memiliki kekuatan untuk membuat kita lebih jelas tentang apa yang bertahan dan apa yang berlalu, apa yang membuat kita hidup dan apa yang membunuh," tulisnya.

Perdamaian, kata Paus asal Argentina itu, memerlukan komitmen, kerja keras, keheningan, kata-kata.

Para dokter mengatakan kondisi Fransiskus sekarang stabil, setelah masa kritis yang ditandai dengan krisis pernapasan yang menimbulkan kekhawatiran akan hidupnya. Namun, Vatikan belum mengindikasikan kapan ia akan meninggalkan rumah sakit.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 19 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 30 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 34 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia