Jumat, 15 Mei 2026

The Fed Akan Update Proyeksi Suku Bunga, Apa yang Diharapkan?

Penulis : Grace El Dora
19 Mar 2025 | 16:30 WIB
BAGIKAN
Gubernur The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell berbicara selama konferensi pers setelah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) di Washington, Amerika Serikat (AS) pada 7 November 2024. (Foto: Kent Nishimura/ Getty Images)
Gubernur The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell berbicara selama konferensi pers setelah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) di Washington, Amerika Serikat (AS) pada 7 November 2024. (Foto: Kent Nishimura/ Getty Images)

WASHINGTON, investor.id – The Federal Reserve (The Fed) akan memberikan update proyeksi suku bunga, apa yang diharapkan oleh pasar? Pada pertemuan minggu ini, bank sentral Amerika Serikat (AS) diharapkan mempertahankan suku bunga tetap tetapi menyesuaikan pandangan mereka terhadap ekonomi dan kemungkinan arah suku bunga di masa mendatang.

Jika harga pasar benar, hampir tidak ada peluang bagi para pembuat kebijakan bank sentral untuk beranjak dari tingkat suku bunga acuan mereka saat ini, yang ditargetkan dalam kisaran antara 4,25%-4,5%.

Gubernur The Fed Jerome Powell dan rekan-rekannya dalam beberapa minggu terakhir telah menganjurkan pendekatan yang sabar di mana mereka tidak perlu terburu-buru untuk melakukan apa pun.

ADVERTISEMENT

Namun, mereka juga diharapkan untuk memberikan petunjuk tentang ke mana arah pergerakan suku bunga. Terlebih dengan latar belakang kebijakan perdagangan dan fiskal Presiden AS Donald Trump yang tidak pasti.

Itu dapat mencakup apa saja, mulai dari penyesuaian proyeksi inflasi dan pertumbuhan ekonomi hingga seberapa sering mereka berharap untuk menurunkan suku bunga lebih lanjut.

“Tidak ada peluang untuk memangkas suku bunga pada Rabu, jadi semua hal lainnya menjadi lebih penting. Mereka pada dasarnya akan berkata, Anda tahu, kami tidak terburu-buru sama sekali sekarang,” ujar Dan North selaku ekonom senior di Allianz Trade North America seperti dikutip CNBC internasional, Rabu (19/3/2025).

Memang, itulah pesan yang berlaku dari Gubernur The Fed Jerome Powell dan rekan-rekannya di Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC). Dalam pidatonya awal bulan ini kepada para ekonom di New York, Powell menegaskan bank sentral tidak perlu terburu-buru. Menurutnya, para bankir sentral mencari kejelasan yang lebih besar tentang ke mana arah kebijakan pemerintahan Trump.

Prospek PDB, Inflasi, Pengangguran

Pasar akan dibiarkan meneliti pembaruan yang dibuat The Fed terhadap proyeksi triwulanannya tentang suku bunga, produk domestik bruto (PDB), pengangguran, dan inflasi.

Berdasarkan data terkini, The Fed dapat menaikkan prospek inflasi 2025 sambil menurunkan proyeksi PDB dari 2,1% pada proyeksi Desember 2024. Pada Desember 2024, prospeknya adalah 2,5% baik untuk inflasi inti maupun inflasi utama. Powell akan menjadi tuan rumah konferensi pers pascapertemuan seperti biasanya.

Mengenai pertanyaan tentang suku bunga, FOMC akan menggunakan kisi dot plot dari niat masing-masing anggota.

Ada perbedaan pendapat yang signifikan tentang apa yang dapat terjadi di sana. Komite tersebut dapat mempertahankan prospeknya pada Desember 2024 untuk dua kali pemotongan, menghapus satu atau keduanya, atau, yang tidak mungkin, menambahkan satu lagi sebagai pernyataan kekhawatiran atas potensi perlambatan. Segalanya tampaknya dapat dipertimbangkan.

"Saya pikir mungkin hanya ada satu atau tidak ada pemotongan tahun ini, terutama jika tarif tetap berlaku. Saya tidak berpikir mereka akan mencoba menyelamatkan ekonomi dengan memangkas suku bunga, karena mereka tahu jika mereka memicu inflasi, mereka harus kembali dan memulai dari awal lagi," ungkap North.

Para ekonom khawatir tarif Trump dapat memicu kembali inflasi, terutama jika presiden bersikap lebih agresif setelah Gedung Putih merilis tinjauan global tentang situasi tarif pada 2 April 2025. Jika The Fed semakin khawatir tentang inflasi yang dipicu oleh tarif, mereka dapat menjadi semakin enggan untuk memangkas suku bunga.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia