Jumat, 15 Mei 2026

Zelensky Tuduh Rusia Manipulasi Kesepakatan Gencatan Senjata di Riyadh

Penulis : Grace El Dora
26 Mar 2025 | 19:36 WIB
BAGIKAN
Negosiasi penyelesaian konflik Rusia dengan Ukraina di Riyadh, Arab Saudi. (Foto: ANTARA/Anadolu/py)
Negosiasi penyelesaian konflik Rusia dengan Ukraina di Riyadh, Arab Saudi. (Foto: ANTARA/Anadolu/py)

ISTANBUL, investor.id – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuduh Rusia manipulasi gencatan senjata di Riyadh, Arab Saudi pada Selasa (25/3/2025). Ia menuding Rusia telah melakukan manipulasi kesepakatan gencatan senjata yang dicapai dalam perundingan antara delegasi Rusia dan Amerika Serikat (AS) di Arab Saudi.

Sebelumnya, Gedung Putih menyatakan pemerintah AS telah mencapai kesepakatan dengan Rusia dan Ukraina.

“(Untuk) menjamin navigasi yang aman, menghilangkan penggunaan kekuatan, serta mencegah pemanfaatan kapal dagang untuk kepentingan militer di Laut Hitam (setelah pembicaraan di Riyadh),” jelas Zelensky seperti dikutip Anadolu, Rabu (26/3/2025).

ADVERTISEMENT

Dalam pernyataannya, Gedung Putih juga mengatakan pemerintah AS akan membantu memulihkan akses Rusia ke pasar global untuk ekspor pertanian dan pupuk. Selain itu, AS dan Rusia sepakat untuk merumuskan langkah-langkah guna melarang serangan terhadap fasilitas energi di Rusia maupun Ukraina.

Kremlin kemudian memastikan adanya kesepakatan tersebut, namun menegaskan perjanjian baru akan berlaku setelah beberapa pembatasan dan sanksi terhadap Rusia dicabut.

Pemerintah Rusia dan AS juga sepakat untuk menerapkan larangan serangan terhadap fasilitas energi di kedua negara selama 30 hari, mulai 18 Maret 2025, dengan kemungkinan perpanjangan atau pembatalan jika salah satu pihak melanggar kesepakatan.

“Sayangnya... tepat pada hari perundingan, kita sudah melihat bagaimana Rusia mulai memanipulasi. Mereka berusaha memutarbalikkan isi kesepakatan dan menipu para mediator serta seluruh dunia,” kata Zelensky dalam pidato video pada Selasa malam.

“Ada pernyataan yang sangat jelas dari Gedung Putih, dan semua orang bisa melihatnya. Namun, Kremlin kembali berbohong, seolah-olah ketenangan di Laut Hitam bergantung pada pencabutan sanksi dan seakan-akan tanggal dimulainya ‘gencatan senjata’ di sektor energi adalah 18 Maret. Moskow selalu berbohong. Dan kini bergantung pada dunia, pada semua pihak yang benar-benar menginginkan perdamaian, apakah mereka akan membiarkan Moskow berbohong lagi,” ujarnya.

Zelensky menegaskan Ukraina akan melakukan segala upaya agar kesepakatan itu dapat berjalan dan tidak ada serangan lebih lanjut. Namun, ia juga memperingatkan Rusia agar tidak melanggar perjanjian.

“Jika mereka tetap melakukan serangan, mereka akan menghadapi respons yang kuat. Dan mereka akan menanggung akibatnya. Jika nantinya Rusia mencoba menyebarkan kebohongan dengan mengatakan bahwa serangan mereka bukan terhadap fasilitas energi atau infrastruktur sipil, dunia akan melihat kebenarannya,” kata dia.

Zelensky juga menyatakan, sikap Rusia telah memperpanjang konflik di Ukraina. Oleh karena itu, ia mendesak agar sanksi dan tekanan lebih lanjut diberikan kepada Moskow jika kesepakatan ini gagal dijalankan.

“Bagaimana Rusia bertindak dalam beberapa hari ke depan akan mengungkap banyak hal, bahkan mungkin segalanya... Kami tidak percaya mereka. Dan sejujurnya, dunia pun tidak percaya pada Rusia. Mereka harus membuktikan bahwa mereka benar-benar siap mengakhiri perang, berhenti berbohong kepada dunia, berhenti berbohong kepada Presiden (Donald) Trump, dan berhenti berbohong kepada Amerika,” lanjut Zelensky.

Hingga saat ini, pihak berwenang Rusia belum memberikan tanggapan atas tuduhan Zelensky.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 43 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 45 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia