Jumat, 15 Mei 2026

Iran Kecam Trump Terkait Ancaman Pengeboman

Penulis : Grace El Dora
1 Apr 2025 | 09:22 WIB
BAGIKAN
Instalasi nuklir Iran. (Foto: ANTARA/Anadolu/py)
Instalasi nuklir Iran. (Foto: ANTARA/Anadolu/py)

TEHERAN, investor.id – Pemerintah Iran mengecam Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait ancaman Trump untuk melancarkan serangan militer terhadap negara itu. Pihaknya juga menekankan tentang konsekuensi dari setiap agresi.

Pada Minggu (30/3/2025) Trump mengatakan dirinya akan memerintahkan serangan militer terhadap Iran jika pemerintah negara itu tidak membuat kesepakatan baru dengan AS mengenai program nuklirnya.

"Jika mereka tidak membuat kesepakatan, akan ada pengeboman," ucapnya dalam sebuah wawancara dengan NBC News seperti dikutip Selasa (1/4/2025).

ADVERTISEMENT

Dalam sebuah unggahan di platform media sosial X pada Senin (31/3/2025), juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei mengecam komentar Trump sebagai penghinaan yang mengejutkan terhadap perdamaian dan keamanan internasional.

"Ancaman terbuka pengeboman oleh (seorang) Kepala Negara terhadap Iran ... melanggar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan mengkhianati Pengamanan di bawah IAEA (Badan Tenaga Atom Internasional). Kekerasan melahirkan kekerasan, perdamaian melahirkan perdamaian. AS dapat memilih jalannya... dan (menghadapi) KONSEKUENSI," tulis Baqaei seperti dikutip IRNA.

Sebelumnya, Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei memperingatkan jika pemerintah AS melakukan tindakan permusuhan terhadap Iran maka Trump pasti akan menerima pukulan berat sebagai balasannya.

Trump mengirim surat ke Iran melalui utusan dari Uni Emirat Arab (UAE) pada 12 Maret 2025, meminta agar negosiasi dibuka untuk mencapai kesepakatan.

Pada 4 Februari 2025 presiden AS itu telah menandatangani memorandum presiden untuk memulihkan kebijakan permusuhan dari masa jabatan pertamanya dengan "tekanan maksimum" terhadap Iran. Saat itu, dia telah menarik diri dari kesepakatan multinasional dengan Iran.

Sedangkan Iran telah menyampaikan tanggapannya terhadap surat Trump melalui Oman, telah mengesampingkan negosiasi langsung dengan AS di bawah tekanan. Tetapi pihaknya juga mengaku terbuka untuk pembicaraan tidak langsung.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 47 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 57 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 9 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia