Iran Kecam Trump Terkait Ancaman Pengeboman
TEHERAN, investor.id – Pemerintah Iran mengecam Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait ancaman Trump untuk melancarkan serangan militer terhadap negara itu. Pihaknya juga menekankan tentang konsekuensi dari setiap agresi.
Pada Minggu (30/3/2025) Trump mengatakan dirinya akan memerintahkan serangan militer terhadap Iran jika pemerintah negara itu tidak membuat kesepakatan baru dengan AS mengenai program nuklirnya.
"Jika mereka tidak membuat kesepakatan, akan ada pengeboman," ucapnya dalam sebuah wawancara dengan NBC News seperti dikutip Selasa (1/4/2025).
Dalam sebuah unggahan di platform media sosial X pada Senin (31/3/2025), juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei mengecam komentar Trump sebagai penghinaan yang mengejutkan terhadap perdamaian dan keamanan internasional.
"Ancaman terbuka pengeboman oleh (seorang) Kepala Negara terhadap Iran ... melanggar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan mengkhianati Pengamanan di bawah IAEA (Badan Tenaga Atom Internasional). Kekerasan melahirkan kekerasan, perdamaian melahirkan perdamaian. AS dapat memilih jalannya... dan (menghadapi) KONSEKUENSI," tulis Baqaei seperti dikutip IRNA.
Sebelumnya, Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei memperingatkan jika pemerintah AS melakukan tindakan permusuhan terhadap Iran maka Trump pasti akan menerima pukulan berat sebagai balasannya.
Baca Juga:
Teknologi Nuklir untuk Dunia KesehatanTrump mengirim surat ke Iran melalui utusan dari Uni Emirat Arab (UAE) pada 12 Maret 2025, meminta agar negosiasi dibuka untuk mencapai kesepakatan.
Pada 4 Februari 2025 presiden AS itu telah menandatangani memorandum presiden untuk memulihkan kebijakan permusuhan dari masa jabatan pertamanya dengan "tekanan maksimum" terhadap Iran. Saat itu, dia telah menarik diri dari kesepakatan multinasional dengan Iran.
Sedangkan Iran telah menyampaikan tanggapannya terhadap surat Trump melalui Oman, telah mengesampingkan negosiasi langsung dengan AS di bawah tekanan. Tetapi pihaknya juga mengaku terbuka untuk pembicaraan tidak langsung.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






