Jumat, 15 Mei 2026

Saham Jepang Terus Merosot Saat Tarif Trump Guncang Pasar Asia Pasifik

Penulis : Grace El Dora
4 Apr 2025 | 09:41 WIB
BAGIKAN
Seorang pria berdiri di dekat monitor yang menunjukkan indeks Nikkei 225 Jepang di sebuah perusahaan sekuritas saat ia menunggu di persimpangan lalu lintas di Tokyo, Jepang pada Senin (30/9/2024). (Foto: AP/Hiro Komae)
Seorang pria berdiri di dekat monitor yang menunjukkan indeks Nikkei 225 Jepang di sebuah perusahaan sekuritas saat ia menunggu di persimpangan lalu lintas di Tokyo, Jepang pada Senin (30/9/2024). (Foto: AP/Hiro Komae)

TOKYO, investor.id – Saham Jepang terus merosot, saat tarif Trump mengguncang pasar Asia Pasifik pada Jumat (4/4/2025). Koreksi ini mengikuti penurunan tajam di Wall Street, setelah tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengguncang pasar global.

S&P/ ASX 200 Australia turun 1,06%.

Saham Jepang Nikkei 225 turun 2,07% sementara Topix turun 2,69%. Kospi Korea Selatan membalikkan penurunan menjadi 0,15% dan Kosdaq berkapitalisasi kecil diperdagangkan 0,85% lebih rendah.

ADVERTISEMENT

Pasar Hong Kong dan China tutup untuk Festival Qingming.

Putusan Mahkamah Konstitusi Korea Selatan untuk memberhentikan Presiden Yoon Suk Yeol telah dikeluarkan dan dicopot dari jabatannya, maka akan memicu hitungan mundur 60 hari di mana pemilihan umum harus diadakan untuk memilih presiden berikutnya.

Pada Rabu (2/4/2025), Trump mengumumkan tarif timbal balik yang akan dihadapi lebih dari 180 negara dan wilayah sehingga meningkatkan risiko perang dagang global.

Harga berjangka AS turun setelah tarif Trump menyebabkan penurunan terbesar dalam ekuitas AS dalam lima tahun. Harga berjangka yang terkait dengan indeks saham unggulan turun 100 poin, atau 0,3%, setelah rata-rata 30 saham anjlok lebih dari 1.600 poin pada sesi sebelumnya. Harga berjangka S&P 500 dan harga berjangka Nasdaq 100 masing-masing turun 0,2%.

Dalam semalam di AS, tiga rata-rata utama anjlok. S&P 500 kembali merosot ke wilayah koreksi, turun 4,84% menjadi 5.396,52.

Dow Jones Industrial Average anjlok 1.679,39 poin atau 3,98% hingga ditutup pada 40.545,93, sementara Nasdaq Composite turun 5,97% hingga berakhir pada 16.550,61. Perdagangan ini mencatat penurunan terbesar sejak Maret 2020.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 44 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 46 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia