Jumat, 15 Mei 2026

PM Jepang Janjikan Aksi Konkret Atas Tarif Trump

Penulis : Grace El Dora
5 Apr 2025 | 15:10 WIB
BAGIKAN
Perdana Menteri (PM) Jepang Shigeru Ishiba. (Foto: ANTARA/foto-Anadolu/py)
Perdana Menteri (PM) Jepang Shigeru Ishiba. (Foto: ANTARA/foto-Anadolu/py)

TOKYO, investor.id – Perdana Menteri (PM) Jepang Shigeru Ishiba menjanjikan aksi konkret atas tarif Trump. Pemerintah Jepang akan merespons pada apa yang disebut Ishiba sebagai tingkat "yang belum pernah terjadi".

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) memberlakukan tarif impor "resiprokal" yang berpotensi mengakibatkan "krisis nasional" terhadap ekonomi Jepang yang berbasis ekspor.

Dalam sebuah sidang parlemen pada Jumat (4/4/2025), Ishiba menyatakan pemerintah akan memutuskan respons paling efektif atas pemberlakuan tarif sebesar 24% terhadap produk Jepang yang masuk AS.

ADVERTISEMENT

Hal tersebut menunjukkan adanya kemungkinan Jepang akan membalas dengan langkah serupa atau menggugat kebijakan AS tersebut ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

PM Jepang kemudian menyatakan kekecewaannya terhadap Trump yang bersikukuh mengenakan tarif terhadap produk Jepang yang diekspor ke AS meski Tokyo sempat meminta pengecualian.

"Ini adalah situasi yang dapat disebut sebagai krisis nasional," jelas Ishiba dalam rapat DPR Jepang seperti dikutip Kyodo, Sabtu (5/4/2025).

Sebagai pemimpin Partai Liberal Demokratik Jepang yang merupakan partai penguasa, Ishiba akan membahas langkah yang diambil oleh sekutu-sekutu Jepang bersama mitra koalisi pemerintah dan partai-partai oposisi.

Pemberlakuan tarif yang diumumkan Presiden Trump tersebut memberi guncangan besar pada pasar finansial dunia dan memicu kekhawatiran atas perlambatan ekonomi global.

Bursa saham Jepang mencatatkan penurunan dan nilai tukar yen terhadap dolar AS melonjak, mencerminkan adanya kekhawatiran pasar.

Menurut salah satu perkiraan, pemberlakuan tarif impor, termasuk tarif berbeda pada industri kendaraan Jepang, akan melemahkan pertumbuhan ekonomi Jepang hingga 2,9 poin persentase dalam jangka menengah, diukur berdasarkan produk domestik bruto yang disesuaikan dengan inflasi.

Tarif impor sebesar 25% terhadap produk kendaraan buatan Jepang yang akan masuk AS juga memberi pukulan telak kepada industri Jepang yang bergantung pada pasar AS untuk keuntungan mereka.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia