PM Inggris Mulai Pembahasan Tarif Trump dengan Para Pemimpin Dunia
LONDON, investor.id – Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer akan memulai pembahasan tarif Trump dengan para pemimpin dunia. Pembicaraan akan digelar pada akhir pekan ini, untuk merespons kekhawatiran yang berkembang terkait kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, kata pernyataan kantor PM di Downing Street.
Pertemuan itu akan berfokus pada upaya banyak negara dalam merespons secara kolektif terhadap langkah-langkah perdagangan yang diumumkan oleh Trump.
Dalam pengarahan pagi kepada media, juru bicara PM Inggris mengatakan identitas para pemimpin yang akan diajak berdiskusi oleh Starmer belum diungkapka. Meskii demikian, kebutuhan untuk melakukan pembicaraan tersebut muncul karena pentingnya mempererat kerja sama dengan sekutu global, menyusul perubahan signifikan perekonomian dunia akibat kebijakan tarif Trump.
“Kami sangat menyadari lanskap ekonomi global tengah mengalami pergeseran. Hal ini berarti kami memiliki tanggung jawab untuk bekerja lebih erat dengan negara-negara lain demi menjaga stabilitas dan memperkuat kemitraan di luar negeri,” ungkap juru bicara tersebut seperti dikutip Anadolu, Sabtu (5/4/2025).
Pihaknya menambahkan, Perdana Menteri (PM) Starmer akan berdialog dengan para pemimpin internasional untuk membahas isu-isu penting tersebut.
Pembicaraan itu menyusul pernyataan Starmer sehari sebelumnya. Ia menyebut tarif Trump bukan sekadar langkah taktis jangka pendek, melainkan awal dari sebuah era baru dalam hubungan perdagangan global.
Jubir Starmer ditanya soal dukungan pendekatan yang diajukan oleh ekonom Jim O’Neill, yang menyarankan agar negara-negara selain AS memperdalam kerja sama perdagangan bebas dan secara efektif melewati AS.
“Fokus Perdana Menteri saat ini adalah memperkuat keterlibatan dengan mitra global kami, dan Anda akan melihat buktinya akhir pekan ini,” jawab juru bicara PM Inggris itu.
Ia pun menegaskan kembali posisi pemerintah yang mengedepankan pendekatan tenang, rasional, dan pragmatis dalam setiap kebijakan. Semua tindakan pemerintah harus berlandaskan pada kepentingan nasional, katanya.
Sebelumnya pada Rabu (2/4/2025) Trump mengumumkan penerapan tarif minimal 10% terhadap seluruh impor dari berbagai negara, termasuk Inggris. Tarif Trump akan mulai berlaku pada Sabtu waktu setempat.
Meski tarif 10% terhadap produk asal Inggris dinilai akan berdampak, menurut Starmer para importir barang-barang Inggris masih lebih beruntung karena tidak dikenai tarif lebih tinggi seperti 20% untuk Uni Eropa (UE), 54% untuk China, atau 46% untuk Vietnam.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






