Tarif Trump Mereda Namun Serangan Rusia di Ukraina Kembali Bergulir
KYIV, investor.id – Di saat tarif Trump mereda setelah Presiden Amerika Serikat (AS) memberi tenggat waktu 90 hari dan memberlakukan tarif sementara 10%, serangan Rusia di Ukraina kembali bergulir. Kepala militer Ukraina Oleksandr Syrskyi, militer Rusia telah meluncurkan serangan baru di wilayah timur laut negara itu, seraya menambahkan peningkatan besar dalam serangan telah diamati.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah memperingatkan sebelumnya, Rusia sedang mempersiapkan serangan terhadap dua wilayah Kharkiv dan Sumy.
Baca Juga:
Ukraina Kembali Diterpa Serangan Rusia"Saya dapat mengatakan bahwa presiden sepenuhnya benar dan serangan ini sebenarnya telah dimulai. Selama beberapa hari, hampir seminggu, kami telah mengamati hampir dua kali lipat jumlah serangan musuh di semua arah utama (di garis depan)," ujar Syrskyi seperti dikutip media publikasi Ukraina, LB, pada Kamis (10/4/2025).
Rusia hampir sepenuhnya mengusir pasukan Ukraina dari wilayah Kursk, yang mereka kuasai sejak Agustus 2024 dan yang terletak di perbatasan wilayah Sumy.
Zelensky mengatakan, pasukan Ukraina juga hadir di wilayah Rusia yang berdekatan yaitu Belgorod.
Tahun pertama perang ini ditandai dengan perolehan teritorial Rusia yang cepat diikuti oleh serangan balik Ukraina. Namun sejak itu perang Rusia di Ukraina telah menjadi lebih seperti jalan buntu di medan perang, dengan Rusia memperoleh perolehan yang relatif kecil dengan menyerang dengan gelombang demi gelombang pasukan infanteri.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler

