Jumat, 15 Mei 2026

Pasar Asia Pasifik Aksi Jual Lagi karena Kekhawatiran Perang Dagang

Penulis : Grace El Dora
11 Apr 2025 | 08:29 WIB
BAGIKAN
Seorang investor Thailand memeriksa papan elektronik yang menunjukkan harga saham. (Foto: Amphol Thongmueangluang/ SOPA Images/ LightRocket/ Getty Images)
Seorang investor Thailand memeriksa papan elektronik yang menunjukkan harga saham. (Foto: Amphol Thongmueangluang/ SOPA Images/ LightRocket/ Getty Images)

TOKYO, investor.id – Pasar Asia Pasifik kembali melakukan aksi jual karena kekhawatiran perang dagang Amerika Serikat (AS) dengan China. Saham Asia Pasifik jatuh pada Jumat (11/4/2025), menyusul koreksi di Wall Street kembali semalam.

Ketegangan perang dagang antara dua ekonomi terbesar dunia memicu sentimen penghindaran risiko.

S&P/ ASX 200 Australia turun 2,28%.

ADVERTISEMENT

Nikkei 225 Jepang turun 5,46%, sementara Topix diperdagangkan 5,05% lebih rendah. Kospi Korea Selatan turun 1,55% dan Kosdaq berkapitalisasi kecil turun 0,11%. Indeks berjangka Hang Seng (HSI) Hong Kong berada pada level 20.601, sedikit lebih rendah dari penutupan terakhir HSI di level 20.681,78.

Presiden AS Donald Trump mengumumkan perubahan haluan tarif pada Rabu (9/4/2025), dengan menurunkan tarif timbal balik baru jadi 10% untuk impor dari sebagian besar negara selama 90 hari.

“Perpanjangan waktu tidak mengurangi ketidakpastian. Ada skeptisisme tentang hasil negosiasi perdagangan, dan itu akan terus membebani investasi dan dengan demikian prospek pertumbuhan,” tulis analis ANZ dalam catatan Jumat.

Selain itu, tarif kumulatif untuk China sekarang akan menjadi 145% menurut konfirmasi perwakilan Gedung Putih kepada CNBC internasional, pada Kamis (10/4/2025). Angka tersebut terdiri dari bea masuk baru sebesar 125% untuk barang, di atas bea masuk sebesar 20% yang terkait dengan krisis fentanil.

Saham berjangka AS bergerak lebih tinggi karena investor ingin menutup minggu yang bergejolak, yang ditandai oleh perubahan tajam untuk rata-rata utama.

Kontrak berjangka S&P 500 naik 0,3%, sementara kontrak berjangka Nasdaq 100 naik sekitar 0,1%. Kontrak berjangka yang terkait dengan Dow Jones Industrial Average naik tipis sebesar 28 poin atau hampir 0,1%.

Semalam di AS, tiga indeks utama ditutup lebih rendah, mengembalikan sebagian keuntungan dari reli bersejarah yang terlihat pada sesi sebelumnya setelah Presiden Donald Trump mengumumkan penangguhan 90 hari pada beberapa tarif timbal baliknya.

S&P 500 dijual 3,46% dan ditutup pada 5.268,05, sementara Nasdaq Composite turun 4,31% hingga berakhir pada 16.387,31. Dow Jones Industrial Average turun 1.014,79 poin atau 2,5% dan ditutup pada 39.593,66.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia