Jumat, 15 Mei 2026

Kanada Janji Ada Keringanan Bagi Bisnis yang Terdampak Tarif Trump

Penulis : Grace El Dora
16 Apr 2025 | 13:15 WIB
BAGIKAN
Van listrik BrightDrop di Pabrik Perakitan General Motors CAMI di Ingersoll, Ontario, Kanada. (Foto: Bloomberg)
Van listrik BrightDrop di Pabrik Perakitan General Motors CAMI di Ingersoll, Ontario, Kanada. (Foto: Bloomberg)

TRENTON, investor.id – Perang dagang antara Kanada dan Amerika Serikat (AS) kembali mengalami perkembangan pada Selasa (15/4/2025). Pemerintah Kanada berjanji akan ada keringanan bagi bisnis yang terdampak tarif Trump.

Langkah-langkah baru ini diambil untuk membantu bisnis yang mengalami kerugian finansial akibat tarif yang dicanangkan Presiden AS Donald Trump.

Menteri Keuangan Federal Francois-Philippe Champagne mengatakan pemerintah akan memberlakukan program pembebasan tarif selama enam bulan untuk impor barang-barang asal AS yang digunakan dalam industri manufaktur, pengolahan, serta pengemasan makanan dan minuman, lapor Anadolu, Rabu (16/4/2025).

ADVERTISEMENT

Pembebasan tarif juga akan diperluas untuk barang-barang perawatan kesehatan yang mendukung kesehatan masyarakat, keselamatan publik, serta barang-barang yang berkaitan dengan upaya mencapai tujuan keamanan nasional.

“Langkah-langkah ini mencakup penghapusan beberapa tarif balasan yang diumumkan Kanada sebagai respons atas tarif yang tidak adil yang dikenakan oleh AS terhadap produk Kanada,” demikian pernyataan pers dari Departemen Menteri Keuangan Kanada, Rabu.

Pembebasan sementara juga akan berlaku bagi produsen otomotif. Jika produsen kendaraan melanjutkan produksi di Kanada, mereka dapat mengimpor sejumlah kendaraan yang dirakit di AS ke Kanada, yang jumlah pastinya belum ditentukan.

Kendaraan-kendaraan tersebut tidak akan dikenai tarif balasan yang telah diberlakukan Kanada terhadap impor mobil AS lainnya. Kendaraan yang diimpor harus diproduksi sesuai ketentuan dalam perjanjian perdagangan bebas antara Kanada, AS, dan Meksiko.

Ada juga keringanan bagi bisnis yang terdampak secara finansial akibat tarif AS. Mereka yang mengalami kesulitan mendapatkan bantuan keuangan dan dinilai layak sebelum tarif diberlakukan, akan memenuhi syarat untuk menerima dana asalkan mereka berupaya mempertahankan lapangan pekerjaan dan menjaga keberlanjutan aktivitas bisnis di Kanada.

“Sejak hari pertama, pemerintah telah bereaksi dengan kekuatan dan penuh tekad terhadap tarif tidak adil yang diberlakukan Amerika Serikat terhadap barang-barang Kanada. Kami akan terus mendukung para pekerja dan pelaku bisnis di Kanada,” umbar Champagne.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia