Jumat, 15 Mei 2026

Inflasi Inggris Melambat Namun Masih di Bawah Ekspektasi

Penulis : Grace El Dora
16 Apr 2025 | 13:52 WIB
BAGIKAN
Harapan penurunan suku bunga memudar setelah inflasi Inggris gagal turun seperti yang diharapkan. (Foto: Andy Rain/EPA)
Harapan penurunan suku bunga memudar setelah inflasi Inggris gagal turun seperti yang diharapkan. (Foto: Andy Rain/EPA)

LONDON, investor.id – Tingkat inflasi Inggris melambat, namun masih berada di bawah ekspektasi pasar. Kantor Statistik Nasional (ONS) pada Rabu (16/4/2025) melaporkan inflasi tahunan Inggris turun menjadi 2,6% pada Maret 2025, meski ekonom yang disurvei oleh Reuters telah mengantisipasi indeks harga konsumen (CPI) akan mencapai 2,7% dalam dua belas bulan hingga Maret 2025.

Tingkat kenaikan harga di Inggris mencapai 2,8% pada Februari 2025, setelah sempat naik tajam menjadi 3% pada Januari 2025 seperti dikutip CNBC internasional, Rabu.

Inflasi inti naik sebesar 3,4% dalam setahun hingga Maret 2025, turun tipis dari 3,5% pada Februari 2025. Inflasi inti mengecualikan harga energi, makanan, alkohol, dan tembakau yang lebih fluktuatif.

ADVERTISEMENT

Kontribusi penurunan terbesar terhadap perubahan bulanan dalam tingkat inflasi berasal dari rekreasi dan budaya serta kenaikan bahan bakar motor, kata ONS, sementara pendorong kenaikan terbesar adalah kenaikan harga pakaian.

Pound sterling naik 0,25% terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada US$ 1,3265, setelah rilis data tersebut.

Data terbaru akan dianalisis secara saksama oleh para pembuat kebijakan di Bank of England (BoE), yang diperkirakan akan memangkas suku bunga saat mereka bersidang lagi pada 8 Mei 2025.

BoE mempertahankan suku bunga pada level 4,5% pada pertemuan Maret 2025. Langkah itu ditetapkan di tengah perkiraan kenaikan inflasi dan ketidakpastian atas pertumbuhan ekonomi dan perdagangan global di bawah tarif Presiden AS Donald Trump.

Ada kabar baik bagi Inggris pekan lalu, ketika data pertumbuhan bulanan terbaru menunjukkan ekonomi Inggris tumbuh sebesar 0,5% dari bulan ke bulan (mtm) pada Februari 2025.

Pemerintah Inggris juga berharap untuk menandatangani kesepakatan perdagangan dengan AS, setelah lolos relatif tanpa cedera dari rezim tarif Trump dengan hanya bea masuk dasar sebesar 10% atas impor ke Amerika.

Para trader akan mencermati pernyataan kebijakan BoE berikutnya pada Kamis (17/4/2025) waktu setempat untuk penilaiannya terhadap prospek ekonomi negara tersebut.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada Maret 2025, bank sentral Inggris mengatakan ketidakpastian kebijakan perdagangan global telah meningkat.

“Dan Amerika Serikat telah membuat berbagai pengumuman tarif, yang ditanggapi oleh beberapa pemerintah. Ketidakpastian geopolitik lainnya juga meningkat dan indikator volatilitas pasar keuangan telah meningkat secara global," kata BoE.

Bank sentral itu juga memperingatkan pada Februari 2025, pihaknya memperkirakan inflasi akan naik sementara menjadi 3,7% pada kuartal III-2025 karena biaya energi akan meningkat. Pada saat itu, mereka juga memangkas separuh perkiraan pertumbuhan 2025 untuk Inggris menjadi 0,75%.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 42 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia