Kamis, 14 Mei 2026

Pendapatan dari Tarif Trump Disebut Bisa Gantikan Pajak Penghasilan AS

Penulis : Grace El Dora
16 Apr 2025 | 15:15 WIB
BAGIKAN
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (Foto: ANTARA/Anadolu/py)
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (Foto: ANTARA/Anadolu/py)

WASHINGTON, investor.id – Pendapatan dari tarif Trump disebut bisa menggantikan pajak penghasilan Amerika Serikat (AS). Presiden AS Donald Trump sepakat dengan pernyataan ini pada Selasa (15/4/2025).

"Ada kemungkinan uang yang dihasilkan dari tarif sangat besar sehingga itu bisa menggantikan (pajak penghasilan)," tukas Trump seperti dikutip Fox News pada Rabu (16/4/2025), ketika ditanya apakah pendapatan dari kebijakan tarif akan menggantikan pajak penghasilan.

Trump menjelaskan, dari sekitar 1870-1913 tarif adalah satu-satunya bentuk uang. "Dan saat itulah negara kami relatif paling kaya. Kami yang terkaya," umbarnya seperti dikutip Sputnik.

ADVERTISEMENT

Pada Februari 2025 Trump mengatakan Amerika Serikat bisa meninggalkan praktek pajak penghasilan berkat pengenalan tarif baru pada produk-produk impor. Sebelumnya pada 2 April 2025, presiden AS itu mengumumkan kebijakan tarif timbal balik pada produk impor dari negara lain.

Tarif dasar ditetapkan sebesar 10%, tetapi untuk masing-masing negara tarif tersebut disesuaikan dan jumlahnya separuh dari tarif yang dibebankan kepada perusahaan yang mengimpor produk AS.

Kemudian pada 9 April 2025, Presiden Trump sepakat menunda pemberlakuan tarif selama 90 hari ke depan bagi negara-negara yang ditetapkan dan menurunkan tarif Trump menjadi 10% untuk kemungkinan negosiasi. Namun tarif Trump yang ditetapkan terhadap China masih ditetapkan.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 59 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia