Jumat, 15 Mei 2026

Memilih Pengganti Paus Fransiskus

Penulis : Happy Amanda Amalia
22 Apr 2025 | 06:51 WIB
BAGIKAN
Paus Fransiskus muncul di balkon tengah St. Peter Basilica untuk memberikan berkat Urbi et Orbi (bahasa latin untuk kota dan dunia) pada akhir misa Paskah yang dipimpin oleh Kardinal Angelo Comastri di alun-alun St. Peter, Vatikan, pada Minggu (20/04/2025). (AP Photo/Gregorio Borgia)
Paus Fransiskus muncul di balkon tengah St. Peter Basilica untuk memberikan berkat Urbi et Orbi (bahasa latin untuk kota dan dunia) pada akhir misa Paskah yang dipimpin oleh Kardinal Angelo Comastri di alun-alun St. Peter, Vatikan, pada Minggu (20/04/2025). (AP Photo/Gregorio Borgia)

KOTA VATIKAN, investor.id – Vatikan mengumumkan kabar duka cita atas wafatnya Paus Fransiskus pada Senin (21/04/2025). Seiring dengan pengumuman itu, umat Katolik Roma di seluruh dunia pun mulai berspekulasi mengenai siapa di antara para kardinal berjubah merah yang akan menggantikannya.

Mengingat tata cara penunjukan kardinal yang dilakukan Fransiskus selama masa kepausannya, dipastikan ada harapan bahwa pengganti mendiang paus asal Argentina itu datang dari luar Eropa. Dan seperti Fransiskus, penggantinya digadang-gadang bisa jadi sosok progresif, yang menentang sayap konservatif Gereja.

Namun, proses pemilihan baru dilangsungkan setelah Fransiskus dimakamkan di tempat sangat rahasia, dan tanpa ada kepastian hingga asap putih mengepul dari cerobong asap Kapel Sistina yang mengisyaratkan kepada dunia bahwa Paus baru telah terpilih.

Para kardinal adalah kolaborator terdekat Paus, yang menjalankan departemen-departemen penting di Vatikan dan keuskupan di seluruh dunia. Ketika seorang Paus meninggal atau mengundurkan diri, para kardinal yang berusia di bawah 80 tahun berhak mengikuti konklaf rahasia untuk memilih pemimpin baru Gereja Katolik Roma yang beranggotakan hampir 1,4 miliar orang itu.

ADVERTISEMENT

Pemungutan suara yang rumit itu bakal mengungkap apakah para kardinal saat ini – yang sebagian besar dari mereka ditempatkan di sana oleh Fransiskus – percaya  bahwa keterjangkauan terhadap nilai-nilai sosial liberal dan agenda reformasi progresifnya telah melangkah terlalu jauh, dan apakah diperlukan periode penghematan.

Mengutip dari kantor berita Reuters, para kardinal akan menetapkan tanggal dimulainya konklaf setelah mereka tiba di Roma dalam beberapa hari mendatang.

Hanya seorang Paus yang dapat menunjuk kardinal ,dan tipe orang yang dipilihnya dapat meninggalkan jejaknya di Gereja lama setelah masa pemerintahannya. Ini karena status mereka sebagai kardinal senior dan salah satu dari mereka mungkin akan menjadi Paus.

Pada 21 April 2025, terdapat total 252 kardinal di mana 135 di antaranya adalah kardinal yang berusia di bawah 80 tahun. Sebanyak 109 dari para kardinal terpilih ditunjuk oleh Fransiskus, 22 oleh pendahulunya Benediktus, dan lima oleh Yohanes Paulus II.

Memilih Pengganti Paus Fransiskus
Paus Fransiskus muncul di balkon tengah St. Peter Basilica untuk memberikan berkat Urbi et Orbi (bahasa latin untuk kota dan dunia) pada akhir misa Paskah yang dipimpin oleh Kardinal Angelo Comastri di alun-alun St. Peter, Vatikan, pada Minggu (20/04/2025). (AP Photo/Gregorio Borgia)

Para kardinal “dilantik” pada upacara yang disebut konsistori, di mana mereka diberi cincin, biretta merah – berbentuk topi persegi – dan berjanji setia kepada Paus, bahkan jika itu berarti menumpahkan darah atau mengorbankan nyawa mereka, seperti yang ditunjukkan oleh warna merah.

Paus Fransiskus memegang 10 konsistori dan dengan masing-masing konsistori, ia meningkatkan kemungkinan penggantinya berasal dari luar Eropa, setelah memperkuat gereja di tempat-tempat di mana gereja merupakan minoritas kecil, atau di mana gereja tumbuh lebih cepat daripada di Barat yang sebagian besar mandek.

Selama berabad-abad, sebagian besar kardinal berasal dari Italia, kecuali pada periode kepausan yang berpusat di Avignon antara 1309-1377, ketika banyak dari mereka berasal dari Prancis.

Internasionalisasi Kolese Kardinal dimulai dengan sungguh-sungguh di bawah kepemimpinan Paulus VI (1963-1978). Hal ini dipercepat oleh Yohanes Paulus II (1978-2005), seorang Polandia yang merupakan Paus non-Italia pertama dalam 455 tahun.

Meskipun Eropa masih memiliki bagian terbesar dari para pemilih kardinal, dengan sekitar 39%, jumlah ini turun dari 52% pada 2013 ketika Fransiskus menjadi Paus Amerika Latin pertama. Kelompok pemilih terbesar kedua berasal dari Asia dan Oseania, dengan sekitar 20%.

Sembilan Kandidat Paus

Editor: Happy Amanda Amalia

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Business 8 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 18 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 1 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia