Menlu Sugiono Tegaskan Indonesia Akui Prinsip Satu China
BEIJING, investor.id – Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menegaskan Indonesia mengakui prinsip "Satu China" dalam kebijakan luar negeri Indonesia.
"Indonesia menganut kebijakan luar negeri ‘Satu China’ (One China), sehingga persoalan mengenai Taiwan, Xinjiang maupun Hong Kong adalah masalah dalam negeri China dan Indonesia tidak ada keinginan untuk mencampurinya karena jelas hal-hal tersebut adalah urusan internal China," kata Menlu Sugiono di Wisma Negara Diaoyutai seperti dikutip pada Rabu (23/4/2025).
Menlu Sugiono menyampaikan hal tersebut dalam 2+2 Pertemuan Tingkat Menteri Pertama China-Indonesia pada Senin (21/4/2025) bersama dengan Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin, Menlu China Wang Yi, dan Menhan China Dong Jun.
Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden China Xi Jinping pada 9 November 2024 yang mencapai kesepakatan kedua negara akan bekerja sama di lima pilar yaitu politik, ekonomi, pertukaran masyarakat, maritim dan keamanan.
"Kemi menegaskan bahwa masyarakat dan pemerintah Indonesia, termasuk pihak militer secara konsisten menghormati China dalam isu Taiwan sedangkan soal Laut China Selatan (LCS), seperti yang Anda sampaikan bahwa ada tensi di sana dan punya potensi terjadinya eskalasi, kami ingin agar dialog terus dilakukan dan akhirnya menciptakan stabilitas di kawasan," papar Menlu Sugiono.
Dalam pertemuan itu, Menlu Wang Yi mengatakan pilar keamanan dan pembangunan seperti dua roda sepeda yang harus seimbang dalam kebijakan pemerintahan.
"China mengapresiasi Indonesia yang mendukung prinsip ‘Satu China’ dan kami kami yakin Indonesia akan terus mendukung posisi China di termasuk soal Taiwan, Xinjiang, Xizang (Tibet) dan Hong Kong, karena ini adalah masalah internal China dan pada saat yang sama, China juga akan mendukung Indonesia dalam isu-isu internasional," kata Wang Yi.
Di bidang keamanan dan kedaulatan, Wang Yi mengatakan ada dua isu utama dari China yang diharapkan dapat didukung oleh Indonesia.
"Pertama soal Taiwan, Partai Progresif Demokratik (DPP) bersikeras untuk untuk isu kemerdekaan, padahal sesuai dengan Deklarasi Kairo dan Deklarasi Potsdam bahwa Taiwan dikembalikan dari Jepang," ungkap Wang Yi.
Menurut Wang Yi, Deklarasi Kairo pada 1943 secara tegas menuntut semua wilayah yang diambil Jepang dari China termasuk Taiwan di Pulau Formosa dikembalikan ke China. Selanjutnya, Deklarasi Potsdam 1945 menetapkan ketentuan Deklarasi Kairo harus dilaksanakan.
Masalah kedua adalah soal kelanjutan perundingan untuk membuat Kode Pedoman Perilaku Para Pihak (Code of Conduct/ CoC) dapat terus dilanjutkan.
"Dengan adanya CoC maka ada pendekatan kolaboratif di Laut China Selatan dan dapat diikuti oleh semua pihak. Kami berharap Indonesia dapat memainkan peran lebih besar dalam negosiasi sehingga dapat menjaga stabilitas di Laut China Selatan," tambah Wang Yi.
Wang Yi pun berharap agar China dan ASEAN jangan mau dipecah oleh pihak luar yang ingin membuat hubungan keduanya tegang.
Baca Juga:
Ekspor Batu Bara RI ke China Turun 9%"Bila China dan ASEAN damai maka tidak ada kesempatan bagi mereka untuk mencampuri urusan dalam negeri kita, tapi percayalah China tidak akan melakukan aksi unilateral dan membuat masalah di kawasan," ungkapnya.
Sementara itu, Menhan China Dong Jun mengatakan Amerika Serikat (AS) terus mendukung aksi separatisme di Taiwan dan China harus melakukan latihan militer untuk melakukan upaya penggentaran terhadap gerakan separatisme di Taiwan dan mencegah AS ikut campur di Taiwan.
"Tujuan kami adalah reunifikasi Taiwan dan kami akan selalu mendukung reunifikasi dengan cara apa pun," beber Dong Jun.
Masalahnya, ungkap Dong Jun, AS mengerahkan sistem rudal jarak menengah Angkatan Darat ke Filipina utara. Sistem rudal Typhon itu merupakan senjata berbasis darat yang bisa menembakkan Rudal Standar-6 dan Rudal Serang Darat Tomahawk sebagai bagian dari latihan tempur gabungan tentara AS dan Fipilina pada Oktober 2024.
"Hal ini tentu berbahaya untuk keamanan kawasan," pungkasnya.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi
Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas AntamDPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah
Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.Ujian Berat bagi Saham BUMI
Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Tag Terpopuler
Terpopuler






