Jumat, 15 Mei 2026

Beberapa Makna Nama Paus Isyarat Arah Kepemimpinan Gereja

Penulis : Surya Lesmana
6 Mei 2025 | 23:53 WIB
BAGIKAN
Kardinal Ruben Salazar Gomez (kiri) bersama Kardinal Luis Jose Rueda Aparicio berjalan di Aula Sinode Baru di Vatikan, Selasa (6/5/2025), yang merupakan kali terakhir sebelum dimulainya konklaf pada Rabu (7/5/2025), saat mereka akan memilih penerus Paus Fransiskus. (Foto: AP)
Kardinal Ruben Salazar Gomez (kiri) bersama Kardinal Luis Jose Rueda Aparicio berjalan di Aula Sinode Baru di Vatikan, Selasa (6/5/2025), yang merupakan kali terakhir sebelum dimulainya konklaf pada Rabu (7/5/2025), saat mereka akan memilih penerus Paus Fransiskus. (Foto: AP)

VATIKAN, investor.id – Petunjuk awal tentang arah kepemimpinan paus baru biasanya terlihat dari nama yang ia pilih. Diketahui, pemilihan paus baru atau konklaf 2025 akan digelar Vatikan mulai Rabu (7/5/2025). Dalam proses konklaf setelah paus baru terpilih, Vatikan akan mengumumkan "Habemus Papam" atau “Kita memiliki seorang paus” dari balkon Basilika Santo Petrus.

Selanjutnya, akan disebutkan nama baptis paus baru dalam bahasa Latin, diikuti dengan nama kepausannya, yang sarat makna dan simbolisme.

Jika nama paus terpilih memakai Fransiskus II, hal itu menandai keberlanjutan misi pastoral Paus Fransiskus, termasuk perhatian pada kaum marjinal dan komitmen terhadap ekologi. Paus Fransiskus sendiri pernah berseloroh penggantinya bisa jadi memilih nama Yohanes XXIV, sebagai penghormatan kepada paus progresif era Konsili Vatikan II.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, pemilihan nama Pius akan mengisyaratkan kembalinya kepemimpinan gereja ke arah yang lebih tradisionalis. “Dalam hati terdalam mereka, saat memasuki konklaf 2025, setiap kardinal pasti sudah memikirkan satu nama paus,” ujar Natalia Imperatori-Lee, ketua studi agama di Universitas Manhattan.

Pada awal sejarah gereja, para paus umumnya tetap menggunakan nama asli mereka. Pengecualian pertama terjadi pada abad ke-6, ketika Mercurius dari Roma, yang dinamai berdasarkan dewa pagan, mengganti namanya menjadi Yohanes II demi kesesuaian dengan iman Kristen.

Kebiasaan mengganti nama paus menjadi lazim sejak abad ke-11, terutama oleh paus-paus Jerman yang ingin menunjukkan kesinambungan dengan para uskup awal. Nama Yohanes menjadi yang paling populer (dipilih oleh 23 paus), disusul Benediktus dan Gregorius (masing-masing 16 kali).

Sejak pertengahan abad ke-20, nama paus mulai menjadi simbol tujuan atau misi dari kepausannya. “Nama yang dipilih akan mencerminkan cakrawala misi paus tersebut,” kata Pastor Roberto Regoli selaku sejarawan Universitas Kepausan Gregorian.

Beberapa nama kuno seperti Urban atau Innocent sudah lama tak dipilih. “Saya rasa tak akan ada yang memilih nama Innocent, mengingat skandal pelecehan yang mengguncang gereja,” tambah Imperatori-Lee.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia