Jumat, 15 Mei 2026

Trump Sebut Ada Kemungkinan Dirinya Akan Beri Pengumuman Soal Gaza

Penulis : Grace El Dora
8 Mei 2025 | 09:31 WIB
BAGIKAN
Seorang pria menatap kehancuran di Gaza. (Foto: Reuters)
Seorang pria menatap kehancuran di Gaza. (Foto: Reuters)

WASHINGTON, investor.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengisyaratkan akan ada pengumuman terkait situasi di Jalur Gaza, Palestina dalam 24 jam mendatang. Namun, Trump menolak menjelaskan secara rinci apa yang dimaksud dengan pengumuman tersebut, melainkan mengatakan hal itu akan menjadi sebesar yang diharapkan.

"Kita akan lihat apa yang akan terjadi. Banyak pembicaraan dilakukan terkait Gaza saat ini.Anda tahu kan? Jadi Anda mungkin akan mengetahuinya dalam 24 jam ke depan," ungkap Trump, sehari setelah berkelakar perihal satu pengumuman sangat besar, seperti dikutip Anadolu, Kamis (8/5/2025).

Ia melanjutkan, itu bisa menjadi hal yang positif dan dapat terjadi secepatnya pada Kamis waktu setempat. Jangka waktu yang sama dengan pengumuman Gaza yang ia amati.

ADVERTISEMENT

Masih belum jelas apakah Trump membahas hal yang sama ketika ia secara samar merujuk pada pengumuman Gaza. Tetapi utusan khususnya untuk Timur Tengah Steve Witkoff dilaporkan akan menjelaskan kepada anggota Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang usulan AS dan Israel untuk memfasilitasi pengiriman bantuan kemanusiaan di Gaza.

Laporan sebelumnya menyatakan Kabinet Keamanan Israel baru-baru ini menyetujui rencana pengiriman bantuan bagi warga Palestina di wilayah kantong padat penduduk, yang sejak Oktober 2023 menjadi korban genosida rezim Zionis itu dengan menggunakan kontraktor swasta AS.

Mereka ini yang akan membagikan langsung paket bantuan tersebut kepada warga Gaza. Namun PBB, termasuk Sekretaris Jenderal (Sekjen) Antonio Guterres dan seluruh kelompok bantuan kemanusiaan yang bekerja di Gaza menolak rencana tersebut. Ia berargumen, cara demikian melanggar prinsip-prinsip kemanusiaan internasional.

Pemerintahan Trump dilaporkan tengah mencari dukungan negara-negara lain sembari mendesak PBB untuk bekerja sama.

"Sejauh pengetahuan kami, ini adalah pengarahan tidak resmi yang dilakukan di misi AS," ungkap misi Yunani di PBB, saat negara itu memegang jabatan presiden Dewan Keamanan PBB untuk Mei 2025.

Pertemuan tertutup itu diadakan beberapa hari sebelum lawatan Trump ke Timur Tengah dimana dia akan bertemu para pemimpin negara-negara Teluk untuk membahas isu Iran dan Gaza.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia