China Tuduh AS Bully Chip AI Huawei
BEIJING, investor.id – Pemerintah China telah menolak keputusan Amerika Serikat (AS) yang bertujuan untuk mengekang chip kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI) buatan China. China menuduh AS merundung (bully) chip AI Huawei, yang menjadi tanda pertama perselisihan antara dua ekonomi terbesar di dunia tersebut. Mereka menyetujui gencatan senjata perdagangan akhir pekan lalu.
Sebagai pengingat akan ketegangan yang terus terjadi antara pemerintahan Presiden AS Donald Trump dan China dalam hal teknologi, Departemen Perdagangan AS pada awal pekan ini mengeluarkan panduan untuk memperjelas penggunaan chip AI Ascend dari Huawei Technologies Co. "Di mana pun di dunia melanggar kontrol ekspor AS," kata departemen tersebut sebagaimana dikutip Bloomberg, Kamis (15/5/2025).
Peringatan oleh AS sepenuhnya mengungkap sifat proteksionis sepihaknya, kata He Yongqian selaku juru bicara Kementerian Perdagangan China.
"Pengumuman AS tersebut merupakan praktik perundungan nonpasar dan sepihak yang umum. Langkah AS ini tidak kondusif bagi kerja sama dan pengembangan perusahaan yang saling menguntungkan dan berkelanjutan dalam jangka panjang di kedua belah pihak," bebernya dalam pengarahan rutin di Beijing.
Pernyataan China muncul beberapa hari setelah negosiasi di Jenewa yang berujung pada penurunan ketegangan ekonomi antara China dan AS.
Huawei tampaknya memprioritaskan pelanggan domestik untuk saat ini, kemungkinan karena keterbatasan kapasitas produksinya. Meski demikian, sikap pemerintah AS menekankan tantangan yang dihadapi Huawei dalam upaya bersaing dengan para pemimpin global seperti Nvidia Corp dan Advanced Micro Devices Inc di luar China.
Pihak China mendesak AS untuk segera memperbaiki praktik yang salah dan berjanji untuk mengambil tindakan tegas guna melindungi kepentingannya, imbuh He.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






