Jumat, 15 Mei 2026

Trump Sebut Rusia dan Ukraina Dijadwalkan Negosiasi Gencatan Senjata

Penulis : Grace El Dora
20 Mei 2025 | 10:00 WIB
BAGIKAN
Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) dan Presiden AS Donald Trump bertemu di KTT G-20 di Osaka, Jepang pada 28 Juni 2019. (Foto: ANTARA/Anadolu/py/pri)
Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) dan Presiden AS Donald Trump bertemu di KTT G-20 di Osaka, Jepang pada 28 Juni 2019. (Foto: ANTARA/Anadolu/py/pri)

JAKARTA, investor.id – Presiden AS Donald Trump pada Senin mengatakan percakapan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin berjalan sangat baik. Trump mengatakan Rusia dan Ukraina dijadwalkan negosiasi gencatan senjata segera.

"Rusia dan Ukraina akan segera memulai negosiasi menuju Gencatan Senjata dan, yang lebih penting, MENGAKHIRI Perang. Persyaratan untuk itu akan dinegosiasikan antara kedua pihak, sebagaimana mestinya, karena mereka mengetahui rincian negosiasi yang tidak akan diketahui orang lain," unggah Trump di media sosial seperti dikutip Anadolu, Selasa (20/5/2025).

"Vatikan, sebagaimana diwakili oleh Paus, telah menyatakan mereka akan sangat tertarik untuk menjadi tuan rumah perundingan tersebut. Biarkan prosesnya dimulai!" tukasnya. Trump menggambarkan panggilan teleponnya selama dua jam dengan Putin berlangsung "luar biasa", dengan mengatakan pemerintah RUsia ingin melakukan perdagangan skala besar dengan AS setelah perang berakhir.

ADVERTISEMENT

Ia menggambarkan potensi hubungan komersial antara AS dan Rusia tidak terbatas. Presiden AS itu menambahkan, Ukraina dapat menjadi penerima manfaat besar dalam perdagangan, dalam proses membangun kembali negaranya.

Sementara itu dalam pengarahan pers di Sochi, Putin menggambarkan percakapan dengan Trump berlangsung terbuka dan substantif. Menurut Putin, pemimpin AS tersebut mengakui apa yang ia gambarkan sebagai komitmen Rusia terhadap penyelesaian krisis di Ukraina secara damai.

"Presiden AS menyampaikan posisinya mengenai gencatan senjata dan, pada bagiannya, juga mencatat Rusia mendukung penyelesaian damai krisis Ukraina, kita hanya perlu menentukan cara paling efektif untuk bergerak menuju perdamaian," katanya. Putin menjelaskan, gencatan senjata dengan Ukraina mungkin saja terjadi setelah kesepakatan yang relevan tercapai. Baik Rusia maupun Ukraina harus menemukan kompromi yang dapat diterima bersama, katanya.

"Kami telah sepakat dengan presiden AS bahwa Rusia akan mengusulkan dan siap bekerja sama dengan pihak Ukraina dalam sebuah memorandum tentang kemungkinan perjanjian damai di masa mendatang," ungkap Putin. Memorandum tersebut akan mendefinisikan sejumlah posisi seperti prinsip penyelesaian, waktu kemungkinan perjanjian damai, termasuk kemungkinan gencatan senjata untuk waktu tertentu jika kesepakatan tertentu tercapai.

Rincian percakapan tersebut, menurut Trump, telah disampaikan kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, Presiden Prancis Emmanuel Macron dan pejabat Eropa tak lama setelah percakapan telepon berakhir.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia