Semua Sektor Industri Raup Keuntungan Jika IEU-CEPA Rampung
JAKARTA, investor.id – Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebut seluruh sektor industri di Tanah Air akan menikmati keuntungan, apabila Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa atau IEU-CEPA telah rampung.
Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag, Djatmiko Bris Witjaksono mengungkapkan, saat ini Indonesia tengah mengembangkan program hilirisasi berbagai komoditas unggulan. Adapun, hasil olahannya disebut cukup diminati oleh sejumlah negara, termasuk pasar Eropa.
"Ada banyak produk, baik berbasis pada sumber daya alam ataupun produk-produk turunan ataupun olahan. Jadi beragam, tidak ada sektor yang winning sendiri atau menjadi champion dari adanya IEU-CEPA," ungkap Djatmiko dalam Investor Daily Talk, Senin (2/6/2025). Dirinya mencontohkan, sejumlah sektor atau industri yang kini tengah dikembangkan dan terbukti cukup diminati oleh Uni Eropa seperti perikanan, tekstil hingga alas kaki.
Diketahui, saat ini kinerja perdagangan dalam negeri khususnya dari sisi ekspor, mengalami sejumlah tantangan. Salah satunya yakni adanya kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat terhadap sejumlah mitra dagangnya, termasuk Indonesia. "Produk-produk manufaktur seperti tekstil, alas kaki, itu kita juga punya peluang yang sangat besar karena semua diberikan akses pasar," paparnya.
Sebelumnya, Kemendag menargetkan proses kesepakatan IEU-CEPA akan segera rampung pada tahun ini. Perundingan IEU-CEPA yang disebut-sebut berjalan cukup alot itu, akan selesai tepatnya pada akhir Semester I-2025.
Djatmiko Bris Witjaksono mengungkapkan, perundingan IEU-CEPA telah melalui putaran ke-19 sejak 2024, yang membahas detail berbagai aspek. Djatmiko mengapresiasi komitmen kedua belah pihak untuk menyelesaikan negosiasi IEU-CEPA secara substansial sesegera mungkin.
"Diharapkan nanti kita mentargetkan di akhir semester satu ini atau paling lambat di awal semester kedua di tahun 2025, perundingan secara substansial bisa kita tuntaskan," ungkap Djatmiko. Ia melanjutkan, apabila kesepakatan IEU-CEPA sudah rampung dan dapat diimplementasikan, dapat meningkatkan intensitas volume dan nilai perdagangan Indonesia-Uni Eropa. Berdasarkan catatan Kemendag, IEU-CEPA dapat menggenjot sekitar 5% hingga 10% nilai perdagangan antarkedua negara.
Berdasarkan catatan Kemendag, Uni Eropa merupakan salah satu mitra dagang utama Indonesia. Pada 2023, total perdagangan keduanya tercatat sebesar US$ 30,8 miliar. Pada periode tersebut, ekspor Indonesia ke Uni Eropa tercatat sebesar US$ 16,7 miliar, sedangkan impor Indonesia dari Uni Eropa sebesar US$ 14,1 miliar.
Pada 2023, produk ekspor andalan Indonesia ke Uni Eropa di antaranya minyak kelapa sawit dan fraksinya, bijih tembaga dan konsentratnya, asam lemak monokarboksilat industri, alas kaki, serta residu minyak padat dari ekstraksi saturan. Sementara impor utama Indonesia dari Uni Eropa meliputi mobil dan kendaraan bermotor untuk penumpang, obat-obatan, kendaraan bermotor untuk angkutan barang, mesin pembuat bubur kertas, serta pipa dari besi.
"Kalau dari kalkulasi kita, paling tidak 5-10 persen itu bisa kita meningkatkan nilai perdagangan terakhir Uni Eropa," tandasnya.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now


