Hong Kong Undang Mahasiswa yang Didepak dari Harvard
HONG KONG, investor.id – Hong Kong, wilayah China, telah membuka pintunya bagi bakat terbaik di Harvard di tengah konflik yang sedang berlangsung antara universitas Amerika Serikat (AS) itu dengan Presiden AS Donald Trump. Pemerintahan Trump minggu lalu mencabut izin Universitas Harvard untuk menerima mahasiswa internasional, sehingga mahasiswa asing saat ini tidak punya banyak pilihan selain pindah ke sekolah lain atau kehilangan status hukum mereka.
Langkah pemerintah itu diblokir sementara oleh hakim federal baru-baru ini, dengan sidang berikutnya dijadwalkan pada 29 Mei 2025. Namun, periode ketidakpastian ini telah membuat ribuan mahasiswa khawatir tentang masa depan mereka di Amerika di tengah ancaman deportasi dan pencabutan visa.
Baca Juga:
Pelancong ke Harvard Kini Makin Ketat"Biro Pendidikan segera meminta semua universitas di Hong Kong untuk memperkenalkan langkah-langkah fasilitasi bagi mereka yang memenuhi syarat dengan tujuan untuk melindungi hak dan kepentingan yang sah dari mahasiswa dan akademisi, dan untuk menarik bakat terbaik," ungkap Biro Pendidikan Hong Kong dalam pernyataan melalui surel kepada universitas seperti dikutip Reuters, Selasa (3/6/2025).
Biro tersebut juga telah menghubungi Harvard Club of Hong Kong untuk menawarkan dukungan bagi para mahasiswa yang telah diterima di Harvard untuk melanjutkan studi.
"Kami akan terus mencermati kebutuhan para mahasiswa yang studinya telah terpengaruh oleh perubahan lanskap pendidikan global," katanya. Ia menambahkan, mereka akan mempertimbangkan langkah-langkah dukungan sebagai bagian dari peran kota tersebut sebagai pusat pendidikan internasional.
Larangan Trump terhadap Harvard, yang berlaku untuk tahun ajaran 2025-2026, muncul ketika pemerintah mengatakan Harvard mendorong antisemitisme dan berkoordinasi dengan Partai Komunis China. Langkah tersebut memengaruhi sekitar 1.300 mahasiswa China yang merupakan sekitar seperlima dari jumlah mahasiswa asing yang diterima Harvard pada 2024.
Hong Kong, yang merupakan wilayah administratif khusus Republik Rakyat China, memiliki lima universitas dalam 100 besar Peringkat Universitas Dunia Times Higher Education. Lembaga pendidikan di bekas koloni Inggris dengan populasi 7,5 juta jiwa tersebut dianggap sebagai salah satu arena akademis paling bebas di Asia hingga saat ini.
Namun, sekolah dan universitas di pusat keuangan tersebut kini diwajibkan untuk memadukan tema keamanan nasional dan patriotik ke dalam pengajaran mereka sehingga lebih sesuai dengan pendidikan di China daratan.
Universitas Sains dan Teknologi Hong Kong (HKUST) mengumumkan undangan terbuka bagi mahasiswa internasional tingkat sarjana dan pascasarjana di Universitas Harvard, serta mereka yang telah memiliki tawaran untuk melanjutkan studi di HKUST. "Universitas akan memberikan tawaran tanpa syarat, prosedur penerimaan yang lebih mudah, dan dukungan akademis untuk memfasilitasi transisi yang lancar bagi mahasiswa yang berminat," lanjut dia.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






