Trump Umumkan Pertemuan Dagang AS-China di London Pekan Depan
WASHINGTON, investor.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan, perundingan dagang antara AS dan China akan kembali digelar di London pada Senin pekan depan. Pertemuan ini merupakan upaya lanjutan kedua negara.
Dikutip dari CNBC internasional, dalam pernyataan yang disampaikan melalui platform Truth Social, Trump menyebut Menteri Keuangan AS Scott Bessent akan memimpin delegasi AS. Ia akan didampingi oleh Menteri Perdagangan Howard Lutnick dan Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer.
"Pertemuan ini seharusnya berjalan dengan sangat baik. Terima kasih atas perhatian Anda terhadap hal ini!,” tulis Trump pada Jumat sore (6/6/2025) waktu setempat.
Hingga kini, Kedutaan Besar China di Washington belum memberikan tanggapan resmi atas pengumuman tersebut, meski CNBC telah menghubungi mereka untuk klarifikasi lebih lanjut.
Rencana pertemuan ini diumumkan sehari setelah Trump melakukan panggilan telepon panjang dengan Presiden China Xi Jinping. Keduanya dilaporkan membahas sejumlah isu penting yang berkaitan dengan hubungan dagang kedua negara.
Perundingan ini digelar di tengah memanasnya hubungan dagang antara AS dan China, yang telah memicu perang tarif dan mengancam stabilitas ekonomi global. Tahun lalu, total nilai perdagangan barang antara kedua negara mencapai lebih dari US$582 miliar.
Bulan lalu, perundingan bilateral di Jenewa sempat membawa angin segar dengan kesepakatan sementara untuk menurunkan sebagian besar tarif. Namun, ketegangan kembali meningkat setelah China menuduh AS merusak kemajuan yang telah dicapai.
Protes China
Beijing menyatakan keberatan setelah Departemen Perdagangan AS memperingatkan industri chip untuk tidak menggunakan semikonduktor buatan China. Tidak hanya itu, China juga memprotes keputusan pemerintah AS yang mencabut visa sejumlah mahasiswa asal Negeri Tirai Bambu.
Di sisi lain, pemerintahan Trump menuding China lamban dalam memenuhi janji mereka saat pertemuan di Jenewa, khususnya terkait ekspor mineral langka (rare earth) ke AS.
Usai panggilan telepon dengan Xi Jinping pada Kamis, Trump menulis, “Seharusnya tak ada lagi pertanyaan mengenai kompleksitas produk mineral langka,” jelasnya. Namun, ia tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai pernyataan tersebut.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






