Jumat, 15 Mei 2026

Trump Umumkan Pertemuan Dagang AS-China di London Pekan Depan

Penulis : Indah Handayani
7 Jun 2025 | 04:30 WIB
BAGIKAN
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Istimewa)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Istimewa)

WASHINGTON, investor.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan, perundingan dagang antara AS dan China akan kembali digelar di London pada Senin pekan depan. Pertemuan ini merupakan upaya lanjutan kedua negara.

Dikutip dari CNBC internasional, dalam pernyataan yang disampaikan melalui platform Truth Social, Trump menyebut Menteri Keuangan AS Scott Bessent akan memimpin delegasi AS. Ia akan didampingi oleh Menteri Perdagangan Howard Lutnick dan Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer.

"Pertemuan ini seharusnya berjalan dengan sangat baik. Terima kasih atas perhatian Anda terhadap hal ini!,” tulis Trump pada Jumat sore (6/6/2025) waktu setempat.

ADVERTISEMENT

Hingga kini, Kedutaan Besar China di Washington belum memberikan tanggapan resmi atas pengumuman tersebut, meski CNBC telah menghubungi mereka untuk klarifikasi lebih lanjut.

Rencana pertemuan ini diumumkan sehari setelah Trump melakukan panggilan telepon panjang dengan Presiden China Xi Jinping. Keduanya dilaporkan membahas sejumlah isu penting yang berkaitan dengan hubungan dagang kedua negara.

Perundingan ini digelar di tengah memanasnya hubungan dagang antara AS dan China, yang telah memicu perang tarif dan mengancam stabilitas ekonomi global. Tahun lalu, total nilai perdagangan barang antara kedua negara mencapai lebih dari US$582 miliar.

Bulan lalu, perundingan bilateral di Jenewa sempat membawa angin segar dengan kesepakatan sementara untuk menurunkan sebagian besar tarif. Namun, ketegangan kembali meningkat setelah China menuduh AS merusak kemajuan yang telah dicapai.

Protes China

Beijing menyatakan keberatan setelah Departemen Perdagangan AS memperingatkan industri chip untuk tidak menggunakan semikonduktor buatan China. Tidak hanya itu, China juga memprotes keputusan pemerintah AS yang mencabut visa sejumlah mahasiswa asal Negeri Tirai Bambu.

Di sisi lain, pemerintahan Trump menuding China lamban dalam memenuhi janji mereka saat pertemuan di Jenewa, khususnya terkait ekspor mineral langka (rare earth) ke AS.

Usai panggilan telepon dengan Xi Jinping pada Kamis, Trump menulis, “Seharusnya tak ada lagi pertanyaan mengenai kompleksitas produk mineral langka,” jelasnya. Namun, ia tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai pernyataan tersebut.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 50 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 60 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 9 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia