Jumat, 15 Mei 2026

Pasar Asia Pasifik Ambles Imbas AS Bom Iran

Penulis : Grace El Dora
23 Jun 2025 | 09:07 WIB
BAGIKAN
Dua demonstran antiperang memegang spanduk di halte bus di luar Gedung Federal Wilshire di Los Angeles, Amerika Serikat (AS) pada Minggu (22/6/2025), menyusul serangan udara AS terhadap fasilitas nuklir Iran. (Foto: AP/ Jae C. Hong)
Dua demonstran antiperang memegang spanduk di halte bus di luar Gedung Federal Wilshire di Los Angeles, Amerika Serikat (AS) pada Minggu (22/6/2025), menyusul serangan udara AS terhadap fasilitas nuklir Iran. (Foto: AP/ Jae C. Hong)

TOKYO, investor.id – Pasar Asia Pasifik ambles pada perdagangan Senin (23/6/2025), imbas serangan Amerika Serikat (AS) terhadap tiga lokasi nuklir di Iran. Peristiwa ini menaikkan harga minyak dan kekhawatiran investor akan eskalasi konflik Timur Tengah.

Harga minyak telah melonjak dalam beberapa minggu terakhir menyusul meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Minyak mentah Brent diperdagangkan pada US$ 79,06 per barel setelah melonjak 2,66%, pada pukul 09.10 pagi waktu Singapura, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 2,75% menjadi US$ 75,87.

Benchmark Jepang Nikkei 225 turun 0,56%, sementara indeks Topix yang lebih luas turun 0,49%. Di Korea Selatan, indeks Kospi turun 1,0%5, sementara Kosdaq berkapitalisasi kecil anjlok 1,78%. Di Australia, S&P/ ASX 200 merosot 0,76%.

ADVERTISEMENT

Kontrak berjangka untuk indeks Hang Seng (HSI) Hong Kong berada di level 23.396, menunjukkan pembukaan yang lebih lemah dibandingkan dengan penutupan terakhir HSI di level 23.530,48.

Kontrak berjangka ekuitas AS jatuh pada jam-jam awal perdagangan Asia menyusul serangan AS di Iran. Kontrak berjangka yang terkait dengan Dow Jones Industrial Average turun 109 poin, atau 0,3%. Kontrak berjangka S&P 500 merosot 0,3% dan kontrak berjangka Nasdaq 100 turun 0,4%.

Dua dari tiga tolok ukur utama di Wall Street turun pada Jumat (20/6/2025) lalu karena investor terus mencermati konflik Timur Tengah sambil mempertimbangkan rencana Federal Reserve untuk memangkas suku bunga.

S&P 500 turun 0,22% hingga ditutup pada level 5.967,84, menjadikannya sesi penurunan ketiga berturut-turut untuk indeks berbasis luas ini. Nasdaq Composite turun 0,51% dan ditutup pada 19.447,41, sementara Dow Jones Industrial Average naik 35,16 poin, atau 0,08%, ditutup pada 42.206,82.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 13 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 17 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia