Iran Serang Pangkalan Militer AS, Trump Justru Ucapkan Terima Kasih
WASHINGTON, investor.id — Presiden Donald Trump menyatakan bahwa Iran telah memberi peringatan terlebih dahulu kepada Amerika Serikat (AS) sebelum melancarkan serangan rudal ke Pangkalan Udara Al Udeid milik mereka di Qatar, yang menjadi markas sekitar 10 ribu pasukan AS, pada Senin (23/6/2025).
Dalam pernyataan di media sosial, Trump mengucapkan terima kasih kepada Iran atas pemberitahuan tersebut. “Peringatan itu memungkinkan tidak ada korban jiwa atau cedera,” tulisnya dikutip dari CNBC internasional.
Berdasarkan informasi tersebut, Kedutaan Besar AS di Doha mencabut perintah shelter in place yang sebelumnya dikeluarkan menjelang serangan.
Sentimen positif ini turut mendorong indeks-indeks utama di Wall Street ditutup menguat pada Senin, di tengah harapan bahwa pembalasan Iran atas serangan AS ke fasilitas nuklirnya tidak akan berkembang menjadi konflik yang lebih luas.
Harga minyak juga turun setelah kekhawatiran pasar mereda, dengan pelaku pasar menilai serangan terbatas Iran tidak akan mengganggu jalur pelayaran strategis seperti Selat Hormuz.
Sebelumnya, militer Iran mengklaim melalui media pemerintah bahwa mereka telah meluncurkan ‘serangan rudal yang kuat dan destruktif’ ke pangkalan Al Udeid di Qatar. Ledakan terdengar di langit Doha, namun Kementerian Pertahanan Qatar memastikan sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat serangan tersebut tanpa korban jiwa.
Serangan Tambahan Iran
NBC News melaporkan bahwa pasukan AS juga siaga menghadapi kemungkinan serangan tambahan di Irak dan Bahrain. Media Iran menyebut Iran turut menyerang pangkalan militer AS di Irak.
Serangan tersebut merupakan balasan atas aksi militer AS pada Sabtu lalu, di mana pesawat B-2 dan rudal jelajah AS menghantam fasilitas pengembangan nuklir Iran.
Di sisi lain, Qatar sempat menutup wilayah udaranya beberapa saat sebelum serangan berlangsung
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






