Trump: Merupakan Kehormatan untuk Menghancurkan Semua Fasilitas Nuklir Iran
WASHINGTON, investor.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan kepuasannya dalam menghentikan "PERANG" antara Iran dan Israel. Ia menegaskan, merupakan "kehormatan besar" baginya untuk menghancurkan semua fasilitas dan kemampuan nuklir Iran sebelum menjadi penengah gencatan senjata antara kedua negara.
Dalam sebuah unggahan di media sosialnya Truth Social, Trump mencatat baik Israel maupun Iran sama-sama menginginkan konflik tersebut berakhir. "Baik Israel maupun Iran ingin menghentikan Perang, sama-sama! Merupakan kehormatan besar bagi saya untuk Menghancurkan Semua fasilitas & kemampuan Nuklir, dan kemudian, MENGHENTIKAN PERANG," tulisnya seperti dikutip Asian News International, Kamis (26/6/2025).
Hal ini terjadi setelah serangkaian aksi militer yang meningkat di wilayah tersebut ketika Israel awalnya melakukan serangan terkoordinasi terhadap situs nuklir dan militer Iran pada 13 Juni 2025. Setelah itu, Iran membalas dengan serangan terhadap infrastruktur militer Israel, dan AS bergabung dalam konflik tersebut dengan serangan presisi terhadap tiga fasilitas nuklir utama Iran yaitu di Fordow, Natanz, dan Isfahan.
Sebelumnya, Trump mengumumkan perjanjian gencatan senjata antara kedua negara yang dilanda konflik tersebut setelah Iran menyerang pangkalan militer AS di Qatar dan Iran sebagai tanggapan atas serangan AS terhadap fasilitas nuklirnya.
Namun, beberapa saat setelah pengumuman tersebut, Angkatan Udara Israel (IAF) melakukan serangan terbatas terhadap instalasi radar Iran di utara Teheran, yang kemudian diikuti oleh Iran yang meluncurkan dua rudal balistik ke Israel, seperti yang dilaporkan oleh The Times of Israel.
Trump menyatakan ketidaksetujuannya yang kuat terhadap Israel dan Iran yang melanggar gencatan senjata, katanya. Ia menambahkan, kedua negara telah bertempur begitu lama dan begitu keras sehingga mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan.
Tak lama setelah itu, Kantor Perdana Menteri Israel dalam sebuah pernyataan mencatat setelah percakapan antara Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu, Israel telah "menahan diri" dari serangan lebih lanjut terhadap Iran. Menteri Pertahanan Israel Israel Katz dalam sebuah unggahan di X, memuji keputusan Presiden AS dan kolaborasi dengan Israel selama percakapannya dengan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth.
Katz juga mencatat, Israel akan menghormati gencatan senjata jika Iran menaati bagian mereka dari kesepakatan tersebut.
"Saya berbicara beberapa saat yang lalu dengan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth. Saya berterima kasih kepadanya atas keputusan berani Presiden Donald Trump untuk bertindak bersama Israel melawan ancaman nuklir Iran. Menteri memuji Israel dan IDF atas pencapaian bersejarah yang telah dibuat. Saya menekankan Israel akan menghormati gencatan senjata, selama pihak lain juga menghormatinya. Kami sepakat untuk memperdalam kerja sama keamanan AS-Israel yang erat," unggah Katz di X.
Konflik antara kedua negara dimulai pada 13 Juni 2025 ketika Israel melancarkan serangan udara skala besar yang menargetkan fasilitas militer dan nuklir Iran di bawah "Operasi Rising Lion". Iran menanggapi dengan meluncurkan "Operasi True Promise 3", sebuah serangan yang melibatkan serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) terhadap infrastruktur Israel.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






