Kamis, 14 Mei 2026

PBB Sebut Israel Cegah Kelahiran Warga Palestina

Penulis : Grace El Dora
27 Jun 2025 | 23:49 WIB
BAGIKAN
Mohammed Najm beristirahat sejenak saat bekerja di pembakar darurat yang digunakan untuk mengekstrak bahan bakar dari plastik cair untuk dijual di sepanjang Jalan Laut, sebelah selatan Kota Gaza, Minggu (22/6/2025). (Foto: AP/ Abdel Kareem Hana)
Mohammed Najm beristirahat sejenak saat bekerja di pembakar darurat yang digunakan untuk mengekstrak bahan bakar dari plastik cair untuk dijual di sepanjang Jalan Laut, sebelah selatan Kota Gaza, Minggu (22/6/2025). (Foto: AP/ Abdel Kareem Hana)

JENEWA, investor.id – Perserikatani Bangsa-PBB menyebut Israel telah mencegah kelahiran warga Palestina. Israel menggunakan kekerasan reproduksi sebagai alat genosida terhadap rakyat Palestina, kata Reem Alsalem, Pelapor Khusus PBB untuk kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan.

Hal itu dilakukan Israel untuk mencegah kelahiran dalam populasi Palestina dan mengubah komposisi demografi, katanya.

"Terhadap perempuan Palestina, saya percaya Israel sedang melakukan... kekerasan reproduksi sebagai alat genosida dengan tujuan mencegah kelahiran dalam populasi Palestina dan secara paksa mengubah komposisi demografi," tukas Alsalem dalam konferensi pers di Jenewa pada Kamis (26/6/2025).

ADVERTISEMENT

Alsalem menegaskan tindakan Israel itu bukan sekadar pelanggaran hukum perang biasa, melainkan sudah memenuhi definisi genosida berdasarkan Konvensi Genosida PBB. "Tindakan ini dilakukan dengan niat untuk menghancurkan, secara keseluruhan atau sebagian, sebuah bangsa, etnis, ras, atau agama," sebut Alsalem.

Pada 7 Oktober 2023, Hamas melancarkan serangan ke wilayah Israel. Sebagai balasan, Israel meluncurkan serangan udara dan operasi darat ke Jalur Gaza.

Gencatan senjata dan pertukaran sandera sempat berlangsung mulai 19 Januari. Namun, pada 18 Maret, Israel kembali melanjutkan serangan, dengan dalih Hamas menolak rencana AS terkait pembebasan sandera dan perpanjangan masa gencatan senjata yang berakhir pada 1 Maret 2025

Serangan-serangan Israel di Jalur  telah menewaskan lebih dari 56.000 warga Palestina dan melukai 132.000 lainnya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 11 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 28 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 58 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 1 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia