Jumat, 15 Mei 2026

Pelapor PBB Sebut Gempuran Israel Salah Satu Genosida Terkejam

Penulis : Grace El Dora
3 Jul 2025 | 23:17 WIB
BAGIKAN
Pelapor khusus PBB untuk situasi hak asasi manusia di wilayah pendudukan Palestina, Francesca Albanese. (Foto: ANTARA/Anadolu/py/am)
Pelapor khusus PBB untuk situasi hak asasi manusia di wilayah pendudukan Palestina, Francesca Albanese. (Foto: ANTARA/Anadolu/py/am)

MOSKOW, investor.id – Pelapor khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Francesca Albanese menyebut gempuran Israel di Jalur Gaza yang mengakibatkan penderitaan luar biasa warga Palestina sebagai salah satu genosida paling kejam dalam sejarah modern.

"Situasi di wilayah Palestina yang diduduki sangat mengerikan. Di Gaza, orang-orang terus menanggung penderitaan yang tak terbayangkan. Israel bertanggung jawab atas salah satu genosida paling kejam dalam sejarah modern," kata Albanese dalam sidang ke-59 Dewan Hak Asasi Manusia PBB, Kamis (3/7/2025).

"Angka resmi menunjukkan lebih dari 200.000 orang tewas atau terluka, namun pakar kesehatan terkemuka memperkirakan jumlah korban sebenarnya jauh lebih tinggi," lanjutnya, lapor Sputnik.

ADVERTISEMENT

Di Tepi Barat, sebut Albanese, warga Palestina masih harus menghadapi gelombang pengungsian paksa terbesar sejak 1967. Hampir 1.000 warga Palestina telah terbunuh, 10.000 orang terluka, 10.000 orang ditahan, dan banyak dari mereka telah disiksa.

"Saya pernah mengira masalahnya adalah ketidaktahuan — kurangnya pemahaman tentang Palestina dan sejarahnya," ucap Albanese.

"Kemudian, saya melihat ideologi yang berperan, kedekatan politik yang mendalam antara banyak negara dan elite dengan Israel. Namun, dalam menghadapi genosida, yang begitu kentara, begitu mencolok, begitu tersiar langsung, penjelasan-penjelasan ini tidaklah cukup," tambahnya.

Sidang ke-59 Dewan HAM PBB berlangsung di Jenewa mulai 16 Juni hingga 9 Juli 2025. Dewan HAM didirikan pada 2006 dengan anggota 47 negara, yang bertugas melindungi dan memajukan hak asasi manusia melalui pembahasan pelanggaran, mengadopsi resolusi, dan mengoordinasikan upaya global dalam bidang ini.

Pada Februari 2025, pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Israel menyatakan mereka tidak akan lagi mengambil bagian dalam sidang dewan tersebut.

The Washington Free Beacon pada Selasa melaporkan, mengutip komunikasi pribadi antara PBB dan Amerika Serikat, bahwa pemerintahan Presiden AS Donald Trump telah mengirimkan permintaan resmi kepada PBB untuk mencopot Albanese dari jabatannya karena "antisemitisme yang ganas dan dukungannya terhadap terorisme".

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia