Jumat, 15 Mei 2026

Pakar PBB Ini Disanksi AS Karena Kritik Israel

Penulis : Happy Amanda Amalia
11 Jul 2025 | 12:21 WIB
BAGIKAN
Francesca Albanese, pelapor khusus tentang situasi hak asasi manusia di wilayah Palestina yang diduduki sejak 1967, saat mengadakan konferensi pers di markas PBB, di Jenewa, Swiss pada 11 Juli 2023. (Salvatore Di Nolfi/Keystone via AP, File)
Francesca Albanese, pelapor khusus tentang situasi hak asasi manusia di wilayah Palestina yang diduduki sejak 1967, saat mengadakan konferensi pers di markas PBB, di Jenewa, Swiss pada 11 Juli 2023. (Salvatore Di Nolfi/Keystone via AP, File)

JENEWA, investor.id – Pakar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Francesca Albanese mengecam keputusan Amerika Serikat (AS) yang menjatuhkan sanksi terhadapnya. Ia mengatakan, dirinya menjadi sasaran karena menentang tindakan genosida Israel di Gaza.

Kepada kantor berita Al Jazeera pada Kamis (10/07/2025), Albanese tidak akan tinggal diam atas tindakan AS terhadapnya. Wanita yang menjabat sebagai pelapor khusus PBB untuk wilayah Palestina yang diduduki itu, menekankan bahwa sanksi yang dijatuhkan oleh pemerintahan Presiden AS Donald Trump tidak bakal menghentikan upayanya untuk menghormati keadilan dan hukum internasional.

Sebaliknya, Albanese menambahkan bahwa taktik AS itu mengingatkannya kepada “teknik intimidasi mafia,” dan sanksi itu hanya akan berhasil jika orang takut dan berhenti terlibat.

“Saya ingin mengingatkan semua orang (bahwa) alasan mengapa sanksi-sanksi ini diberlakukan adalah untuk mengejar keadilan. Tentu saja saya telah bersikap kritis terhadap Israel. Mereka telah melakukan genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan serta kejahatan perang,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Marco Rubio, yang mengumumkan sanksi atas Albanese pada Rabu (09/07/2025), menuding Albanese telah melancarkan kampanye perang politik dan ekonomi melawan AS dan Israel.

Albanese pun membalas pada Kamis, bahwa kekejaman yang terjadi di Gaza tidak hanya disebabkan oleh ambisi teritorial Israel yang tak kunjung padam dan dukungan para pendukungnya, namun juga perusahaan-perusahaan yang mengambil untung darinya.

Pekan lalu, ia merilis laporan yang menunjukkan perusahaan-perusahaan membantu Israel dalam pemindahan warga Palestina dan perang genosida di Gaza yang melanggar hukum internasional.

Lebih lanjut, kata Albanese kepada Al Jazeera, bahwa dirinya masih mengevaluasi dampak dari sanksi-sanksi AS terhadapnya. Namun, bagi Albanese, masalah sanksi dirinya tidak seberapa dibandingkan dengan apa yang dihadapi oleh warga Palestina di Gaza selama operasi pengeboman, operasi darat, dan blokade Israel di wilayah tersebut.

Albanese juga membidik Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF), dan menyebutnya sebagai “jebakan maut”. Kelompok kemanusiaan yang didukung Israel dan AS ini mengelola tempat distribusi bantuan, di mana ratusan orang Palestina telah ditembak dan dibunuh sejak akhir Mei ketika sedang mengantre makanan.

Operasi militer Israel di Gaza telah menghancurkan sebagian besar wilayah tersebut dan menewaskan lebih dari 57.575 warga Palestina selama 21 bulan terakhir. Demikian mengutip catatan dari pejabat kesehatan setempat.

Editor: Happy Amanda Amalia

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia