Jumat, 15 Mei 2026

Pemerintah Nilai Kesepakatan Tarif dengan AS adalah Kemenangan Besar

Penulis : Grace El Dora
16 Jul 2025 | 13:55 WIB
BAGIKAN
Foto udara suasana proses bongkar muat kontainer berisi berbagai jenis komoditas ekspor di Terminal Petikemas Tanjung Emas Semarang, Jawa Tengah, Selasa (24/6/2025). (Foto: ANTARA FOTO/Aji Styawan)
Foto udara suasana proses bongkar muat kontainer berisi berbagai jenis komoditas ekspor di Terminal Petikemas Tanjung Emas Semarang, Jawa Tengah, Selasa (24/6/2025). (Foto: ANTARA FOTO/Aji Styawan)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah menilai kesepakatan tarif dengan Amerika Serikat (AS) adalah kemenangan besar. Indonesia memandang penerapan tarif 19% dengan AS sebagai "kemenangan besar" bagi beberapa sektor padat karya di negara Asia Tenggara tersebut, seperti garmen dan alas kaki, ujar seorang penasihat pemerintah pada Rabu.

"Ini membuka peluang bagi Indonesia untuk mendapatkan pasar tambahan di AS," ujar Heriyanto Irawan, anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Indonesia, dalam sebuah wawancara di Bloomberg seperti dikutip Rabu (16/7/2025).

Ia menggambarkan tarif yang diumumkan Trump pada Selasa (15/7/2025) malam, turun dari rencana 32%, sebagai "mungkin yang terendah" di antara negara-negara yang memiliki surplus perdagangan dengan AS, yang memberikan Indonesia keunggulan kompetitif.

ADVERTISEMENT

Trump mengatakan ia telah mencapai kesepakatan dengan Indonesia yang akan mengenakan tarif 19% untuk barang-barang Indonesia. Presiden AS itu menambahkan, pemerintah Indonesia telah setuju untuk menghapus semua bea masuk atas impor AS dan membeli lebih dari US$ 19 miliar (sekitar Rp 309,7 triliun) produk energi dan pertanian Amerika serta membeli 50 unit jet Boeing Co.

"Penting juga untuk dipahami ini adalah produk-produk yang memang diimpor Indonesia. Kami mengalihkan impor kami dari negara-negara tertentu ke AS," tutur Irawan mengenai rencana pembelian kedelai, gandum, minyak, dan barang-barang lainnya.

Ia berpendapat, masuknya Indonesia ke dalam blok BRICS, yang terjadi setelah Trump mengkritik kelompok tersebut dan mengancam tarif yang lebih tinggi bagi para anggotanya, pada akhirnya tidak memengaruhi hasil perundingan.

Adapun Indonesia bergabung dengan kelompok tersebut karena alasan ekonomi untuk membuka lebih banyak pasar, kata Irawan. Ia menambahkan, tarif Trump untuk Indonesia "sudah jelas".

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia