Jumat, 15 Mei 2026

Menkeu AS Desak Powell Turun dari Jabatan Gubernur The Fed pada Mei 2026

Penulis : Grace El Dora
16 Jul 2025 | 15:49 WIB
BAGIKAN
Gubernur The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell mendengarkan dalam rapat terbuka Dewan Gubernur di Federal Reserve pada 25 Juni 2025, di Washington, Amerika Serikat (AS). (Foto: AP/ Mark Schiefelbein)
Gubernur The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell mendengarkan dalam rapat terbuka Dewan Gubernur di Federal Reserve pada 25 Juni 2025, di Washington, Amerika Serikat (AS). (Foto: AP/ Mark Schiefelbein)

JAKARTA, investor.id – Menteri Keuangan Amerika Serikat (Menkeu AS) Scott Bessent menyarankan agar Ketua Dewan Gubernur The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell mengundurkan diri dari dewan bank sentral ketika masa jabatannya berakhir pada Mei 2026.

“Secara tradisional, Ketua The Fed juga mengundurkan diri sebagai gubernur. Banyak pembicaraan tentang ketua The Fed bayangan yang menyebabkan kebingungan menjelang pencalonannya. Dan saya dapat memberi tahu Anda, saya pikir akan sangat membingungkan pasar jika mantan ketua The Fed juga tetap menjabat,” ucap Bessent seperti dikutip Bloomberg internasional, Rabu (16/7/2025).

Masa jabatan Powell sebagai gubernur The Fed baru akan berakhir pada Januari 2028, sehingga memungkinkan baginya untuk tetap berada di bank sentral. Ia bahkan bisa berpartisipasi dalam pembuatan kebijakan moneter. bahkan setelah masa jabatannya sebagai ketua berakhir Mei mendatang.

ADVERTISEMENT

Powell telah berulang kali menolak menjawab pertanyaan tentang apakah ia akan tetap menjabat sebagai gubernur. Keengganan tersebut telah mempersulit pengambilan keputusan bagi Presiden Donald Trump dan para pembantunya dalam upaya mereka untuk merombak kepemimpinan The Fed tahun depan.

"Ada proses formal yang sudah dimulai (terkait identifikasi calon ketua Fed berikutnya). Ada banyak kandidat bagus di dalam dan di luar Federal Reserve," ujar Bessent.

Ketika ditanya apakah Trump telah meminta Bessent sendiri untuk menjabat sebagai gubernur The Fed, kepala Departemen Keuangan tersebut menjawab. "Saya adalah bagian dari proses pengambilan keputusan. Ini adalah keputusan Presiden Trump, dan akan berjalan sesuai kecepatannya," imbuhnya.

Tren Inflasi

Surat utang pemerintah AS turun setelah pernyataan Bessent, dengan imbal hasil (yield) obligasi dua tahun mencapai level tertinggi sesi ini di 3,93%. Indeks Bloomberg Dollar Spot memangkas kerugian dan bergerak tipis pada pukul 8:25 pagi di New York, AS.

Kecuali Powell menegaskan, ia akan mengosongkan posisi dewannya. Trump memiliki satu lowongan yang dijadwalkan untuk diisi tahun depan, dengan gubernur Adriana Kugler mencapai akhir masa jabatannya pada Januari 2026.

Bessent mengatakan bulan lalu, salah satu jadwal potensial adalah munculnya nama ketua The Fed pada Oktober 2025 atau November 2025, sebelum pembukaan jabatan di dewan pada Januari 2025.

Trump telah menegaskan, ia menginginkan penerus Powell untuk menjadi seseorang yang mendukung penurunan suku bunga. Ia pun berulang kali mengecam gubernur The Fed karena tetap mempertahankan suku bunga AS sejak ia menjabat, setelah menurunkannya tahun lalu.

Para pembuat kebijakan bank sentral mengatakan mereka khawatir kenaikan tarif presiden akan mendorong inflasi. Pihaknya lebih memilih untuk mengumpulkan lebih banyak informasi sebelum memutuskan untuk melanjutkan penurunan suku bunga.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia