Jumat, 15 Mei 2026

Korsel Bongkar Pengeras Suara di Sepanjang Perbatasan Korut

Penulis : Grace El Dora
4 Aug 2025 | 23:56 WIB
BAGIKAN
Seorang aktivis anti-Korea Utara mengacungkan bendera Korea Utara yang sudah disilang saat beraksi di Jembatan Unifikasi di zona demiliterisasi (DMZ) di perbatasan Korea Utara-Korea Selatan di Paju, Senin (24/8). Presiden Korsel Park Geun Hye makin menegaskan sikap kerasnya terhadap Korut dengan menuntut permintaan maaf dari Korut atas provokasi-provokasinya belakangan ini. Investor Daily/AFP PHOTO/Ed Jones
Seorang aktivis anti-Korea Utara mengacungkan bendera Korea Utara yang sudah disilang saat beraksi di Jembatan Unifikasi di zona demiliterisasi (DMZ) di perbatasan Korea Utara-Korea Selatan di Paju, Senin (24/8). Presiden Korsel Park Geun Hye makin menegaskan sikap kerasnya terhadap Korut dengan menuntut permintaan maaf dari Korut atas provokasi-provokasinya belakangan ini. Investor Daily/AFP PHOTO/Ed Jones

SEOUL, investor.id - Militer Korea Selatan (Korsel) pada Senin (4/8/2025) mulai mencopot pengeras suara untuk siaran propaganda yang dipasang di sepanjang perbatasan dengan Korea Utara (Korut). Ini jelas menjadi langkah untuk meredakan ketegangan antar-Korea, menurut pernyataan Kementerian Pertahanan Korsel.

Langkah tersebut diambil kurang dari dua bulan setelah Presiden Korsel Lee Jae-myung memerintahkan penghentian siaran melalui pengeras suara di wilayah garis depan pada 11 Juni 2025, sebagai bagian dari upaya memperbaiki hubungan yang tegang dengan Korut.

“Ini adalah langkah praktis yang dapat membantu meredakan ketegangan antar-Korea tanpa memengaruhi postur kesiapan militer,” ungkap Kementerian Pertahanan Korea Selatan dalam pemberitahuan seperti dikutip Yonhap, Senin (4/8/2025).

ADVERTISEMENT

Demi menanggapi langkah pengiriman balon berisi sampah oleh Korut melintasi perbatasan Korsel, pemerintah negara selatan itu sempat kembali menyalakan kampanye pengeras suara untuk pertama kalinya dalam enam tahun pada Juni 2024.

Kampanye sebelumnya dilakukan secara sporadis menyusul uji coba nuklir keempat Korut pada 2016.

Sebelumnya pada 11 Juni 2025, Kantor Kepresidenan mengatakan Presiden Lee Jae-myung memerintahkan penghentian siaran pengeras suara ke arah Korea Utara di sepanjang perbatasan, sebagai bagian dari langkah untuk menurunkan ketegangan dan membangun kembali kepercayaan.

Beberapa jam sebelum Kantor Kepresidenan memberi pengarahan kepada wartawan, pihak militer Korsel mengatakan pihaknya telah menghentikan siaran pengeras suara anti Korut.

“Presiden telah menginstruksikan otoritas militer untuk menghentikan siaran pengeras suara yang dipasang di wilayah garis depan yang diarahkan ke Korea Utara, efektif pukul 14.00 hari ini,” beber juru bicara kepresidenan Kang Yu-jung.

“Langkah ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk memulihkan kepercayaan dalam hubungan antar-Korea dan mewujudkan perdamaian di Semenanjung Korea,” tambahnya.

Penghentian siaran pengeras suara merupakan salah satu janji kampanye Lee terkait isu antar-Korea sebelum memenangkan pemilu pada 3 Juni 2025. Sebagai calon presiden, Lee juga pernah berjanji akan menghentikan pengiriman selebaran anti-Pyongyang ke wilayah Korea Utara.

Sebagai presiden, Lee telah menyampaikan niatnya untuk memperbaiki hubungan dengan Korut, meskipun hubungan tersebut masih berada dalam ketegangan, setelah negara di utara semenanjung Korea itu memutuskan hubungan dengan tetangganya.

Selain itu, menyatakan Korut juga mengatakan Kotsel sebagai musuh utama dari negara komunis tersebut.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia