Jumat, 15 Mei 2026

Kepala Bank Sentral India Sebut Kontribusi Negaranya Lebih Besar daripada AS

Penulis : Grace El Dora
6 Aug 2025 | 18:21 WIB
BAGIKAN
Foto yang diperoleh dari halaman Bank Sentral India (RBI) di X ini menunjukkan Gubernur BI Sanjay Malhotra (tengah) disambut oleh rekan-rekannya di sebuah kantor di Mumbai, India, pada 11 Desember 2024. (Foto: Reserve Bank of India via AP)
Foto yang diperoleh dari halaman Bank Sentral India (RBI) di X ini menunjukkan Gubernur BI Sanjay Malhotra (tengah) disambut oleh rekan-rekannya di sebuah kantor di Mumbai, India, pada 11 Desember 2024. (Foto: Reserve Bank of India via AP)

NEW DELHI, investor.id – Gubernur bank sentral India (Reserve Bank of India/ RBI) mengatakan negaranya berkontribusi lebih besar daripada Amerika Serikat (AS) terhadap pertumbuhan global. Ia menanggapi pernyataan Presiden AS Donald Trump baru-baru ini yang menyebut negara Asia Selatan itu sebagai ekonomi yang mati.

"Kami memiliki tingkat pertumbuhan yang sangat kuat. Kami berkontribusi sekitar 18%, lebih besar daripada AS, yang kontribusinya diperkirakan jauh lebih rendah, sekitar 11%. Kami melakukannya dengan sangat baik dan kami akan terus meningkatkannya," ujar Gubernur Sanjay Malhotra usai pertemuan kebijakan pada Rabu (6/8/2025) seperti dikutip Bloomberg.

Malhotra juga mengutip prakiraan pertumbuhan terbaru Dana Moneter Internasional (IMF), yang memperkirakan ekspansi ekonomi sebesar 6,4% untuk India dan 1,9% untuk AS pada 2025.

ADVERTISEMENT

Trump mengatakan pada Selasa (5/8/2025), dirinya akan menaikkan tarif 25% untuk ekspor India ke AS secara substansial dalam 24 jam ke depan. Ia menyebutkan soal hambatan perdagangan yang tinggi di negara Asia Selatan tersebut dan pembelian minyak Rusia.

Pekan lalu, Trump menggolongkan India dan Rusia sebagai negara ekonomi mati. Presiden AS itu juga mengritik India atas hambatan perdagangannya dan pembelian senjata serta energi Rusia yang terus berlanjut.

Sebelumnya, RBI mempertahankan suku bunga di 5,50% karena para pembuat kebijakan sedang menilai dampak tarif AS terhadap perekonomian.

Meskipun bank sentral mempertahankan prakiraan pertumbuhannya untuk tahun fiskal berjalan yang dimulai pada bulan April di angka 6,5%, gubernur bank sentral mengatakan ia akan mencermati data yang masuk sebelum mengambil tindakan lebih lanjut.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia