Jumat, 15 Mei 2026

40 Ribu Tentara Cadangan Dikerahkan ke Gaza

Penulis : Happy Amanda Amalia
3 Sep 2025 | 14:52 WIB
BAGIKAN
Tentara Israel mengendarai kendaraan tempur lapis baja (APC) di dekat perbatasan Israel-Gaza, di selatan Israel, Selasa (02/09/2025). (AP/Ohad Zwigenberg)
Tentara Israel mengendarai kendaraan tempur lapis baja (APC) di dekat perbatasan Israel-Gaza, di selatan Israel, Selasa (02/09/2025). (AP/Ohad Zwigenberg)

YERUSALEM, investor.id – Puluhan ribu tentara cadangan mulai melaporkan diri untuk bertugas pada Selasa (02/09/2025), menjelang rencana serangan baru Israel di Kota Gaza. Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu mendorong agar operasi itu dipercepat, meski mendapat peringatan keras dari jajaran petinggi militer.

Radio Militer Israel melaporkan, sekitar 40.000 tentara cadangan akan masuk dinas aktif pada hari tersebut untuk mendukung serangan. Pihak militer juga menyatakan sedang menyiapkan kebutuhan logistik untuk mobilisasi pasukan tambahan ini.

Rapat kabinet keamanan pada Minggu (31/08/2025) malam dilaporkan berlangsung panas. Netanyahu dan sejumlah menteri mendorong percepatan operasi, sementara Kepala Militer Israel, Jenderal Eyal Zamir, mengingatkan agar langkah itu ditunda dan mendesak dicapai kesepakatan gencatan senjata.

ADVERTISEMENT

Menurut empat menteri dan dua pejabat militer yang hadir, Zamir menilai serangan akan membahayakan sandera dan makin membebani pasukan yang sudah kelelahan.

Bulan lalu, Kabinet Keamanan Israel yang dipimpin Netanyahu telah menyetujui rencana memperluas operasi militer di Gaza. Ada pun target utamanya, merebut kendali penuh atas Kota Gaza, di mana pertempuran sengit sempat terjadi antara pasukan Israel dan kelompok Hamas pada fase awal perang. Hingga kini, Israel menguasai sekitar 75% wilayah Jalur Gaza.

Ketegangan antara pemerintah dan militer sebenarnya sudah terlihat sejak sebelumnya. Semisal pada 20 Agustus 2025, ketika Netanyahu menyatakan telah memberi instruksi mempercepat penaklukan Kota Gaza. Namun sehari kemudian, militer menyampaikan bahwa operasi tidak bisa dimulai dalam dua bulan ke depan karena faktor kemanusiaan dan ancaman terhadap sandera.

Sejumlah survei menunjukkan sebagian besar pasukan cadangan tidak puas dengan rencana kabinet. Beberapa prajurit juga berani menyatakan secara terbuka bahwa pemerintah tidak memiliki strategi terpadu, rencana pascaperang, ataupun tolok ukur kemenangan yang jelas.

“Saya tidak merasa melakukan sesuatu yang benar-benar memberikan tekanan signifikan agar Hamas membebaskan sandera,” ujar seorang tentara cadangan yang telah bertugas sejak 7 Oktober 2023 kepada Reuters.

Serangan Israel

Sementara itu, serangan Israel dalam 24 jam terakhir menewaskan sedikitnya 86 orang dan melukai puluhan lainnya. Demikian disampaikan otoritas kesehatan Gaza.

Tiga serangan udara terpisah dilaporkan menghantam rumah-rumah di pinggiran Kota Gaza, menewaskan total 26 orang. Serangan darat dan udara juga makin intensif sebagai persiapan memperluas pertempuran.

Pemandangan memilukan terlihat di luar Rumah Sakit Al-Shifa. Kantong-kantong mayat berwarna putih berjejer di jalanan berlumuran darah. Kerabat korban menangis histeris.

“Kami melarikan diri dari rumah tanpa membawa apa pun. Mereka (korban) hanya kembali sebentar untuk mengambil pakaian dan makanan dan lihatlah sekarang! Mereka kembali sebagai syuhada,” kata Nasr Nasr, salah seorang kerabat korban tewas.

Ratusan pelayat kemudian mengiringi jenazah ke pemakaman. Sejumlah warga lainnya berdoa di sekitar lima jenazah terbungkus kain kafan, termasuk tiga anak kecil.

Militer Israel melalui juru bicara, menyerukan warga Gaza untuk berpindah ke selatan dengan janji kondisi kemanusiaan lebih baik di sana. Namun, laporan lapangan menyebutkan pertempuran terus berlangsung di pinggiran Kota Gaza.

Bahkan pasukan Israel mengklaim berhasil menghancurkan terowongan, infrastruktur militan, dan menyita persenjataan.

Korban lain yang dilaporkan tewas pada Selasa mencakup lima orang yang tengah mengantre bantuan makanan di selatan Gaza, sembilan orang dalam serangan ke sebuah apartemen, serta tujuh orang akibat tembakan tank.

Di sisi lain, Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan 13 warga, termasuk tiga anak-anak, meninggal karena malnutrisi dan kelaparan dalam 24 jam terakhir. Total korban jiwa akibat kelaparan kini mencapai 361 orang, dengan 130 di antaranya anak-anak. Israel membantah angka ini, menyebut sebagian kematian disebabkan faktor medis lain

Editor: Happy Amanda Amalia

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 16 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 20 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia