40 Ribu Tentara Cadangan Dikerahkan ke Gaza
YERUSALEM, investor.id – Puluhan ribu tentara cadangan mulai melaporkan diri untuk bertugas pada Selasa (02/09/2025), menjelang rencana serangan baru Israel di Kota Gaza. Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu mendorong agar operasi itu dipercepat, meski mendapat peringatan keras dari jajaran petinggi militer.
Radio Militer Israel melaporkan, sekitar 40.000 tentara cadangan akan masuk dinas aktif pada hari tersebut untuk mendukung serangan. Pihak militer juga menyatakan sedang menyiapkan kebutuhan logistik untuk mobilisasi pasukan tambahan ini.
Rapat kabinet keamanan pada Minggu (31/08/2025) malam dilaporkan berlangsung panas. Netanyahu dan sejumlah menteri mendorong percepatan operasi, sementara Kepala Militer Israel, Jenderal Eyal Zamir, mengingatkan agar langkah itu ditunda dan mendesak dicapai kesepakatan gencatan senjata.
Menurut empat menteri dan dua pejabat militer yang hadir, Zamir menilai serangan akan membahayakan sandera dan makin membebani pasukan yang sudah kelelahan.
Bulan lalu, Kabinet Keamanan Israel yang dipimpin Netanyahu telah menyetujui rencana memperluas operasi militer di Gaza. Ada pun target utamanya, merebut kendali penuh atas Kota Gaza, di mana pertempuran sengit sempat terjadi antara pasukan Israel dan kelompok Hamas pada fase awal perang. Hingga kini, Israel menguasai sekitar 75% wilayah Jalur Gaza.
Ketegangan antara pemerintah dan militer sebenarnya sudah terlihat sejak sebelumnya. Semisal pada 20 Agustus 2025, ketika Netanyahu menyatakan telah memberi instruksi mempercepat penaklukan Kota Gaza. Namun sehari kemudian, militer menyampaikan bahwa operasi tidak bisa dimulai dalam dua bulan ke depan karena faktor kemanusiaan dan ancaman terhadap sandera.
Sejumlah survei menunjukkan sebagian besar pasukan cadangan tidak puas dengan rencana kabinet. Beberapa prajurit juga berani menyatakan secara terbuka bahwa pemerintah tidak memiliki strategi terpadu, rencana pascaperang, ataupun tolok ukur kemenangan yang jelas.
“Saya tidak merasa melakukan sesuatu yang benar-benar memberikan tekanan signifikan agar Hamas membebaskan sandera,” ujar seorang tentara cadangan yang telah bertugas sejak 7 Oktober 2023 kepada Reuters.
Serangan Israel
Editor: Happy Amanda Amalia
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






