Jumat, 15 Mei 2026

40 Ribu Tentara Cadangan Dikerahkan ke Gaza

Penulis : Happy Amanda Amalia
3 Sep 2025 | 14:52 WIB
BAGIKAN
Tentara Israel mengendarai kendaraan tempur lapis baja (APC) di dekat perbatasan Israel-Gaza, di selatan Israel, Selasa (02/09/2025). (AP/Ohad Zwigenberg)
Tentara Israel mengendarai kendaraan tempur lapis baja (APC) di dekat perbatasan Israel-Gaza, di selatan Israel, Selasa (02/09/2025). (AP/Ohad Zwigenberg)

Sementara itu, serangan Israel dalam 24 jam terakhir menewaskan sedikitnya 86 orang dan melukai puluhan lainnya. Demikian disampaikan otoritas kesehatan Gaza.

Tiga serangan udara terpisah dilaporkan menghantam rumah-rumah di pinggiran Kota Gaza, menewaskan total 26 orang. Serangan darat dan udara juga makin intensif sebagai persiapan memperluas pertempuran.

Pemandangan memilukan terlihat di luar Rumah Sakit Al-Shifa. Kantong-kantong mayat berwarna putih berjejer di jalanan berlumuran darah. Kerabat korban menangis histeris.

ADVERTISEMENT

“Kami melarikan diri dari rumah tanpa membawa apa pun. Mereka (korban) hanya kembali sebentar untuk mengambil pakaian dan makanan dan lihatlah sekarang! Mereka kembali sebagai syuhada,” kata Nasr Nasr, salah seorang kerabat korban tewas.

Ratusan pelayat kemudian mengiringi jenazah ke pemakaman. Sejumlah warga lainnya berdoa di sekitar lima jenazah terbungkus kain kafan, termasuk tiga anak kecil.

Militer Israel melalui juru bicara, menyerukan warga Gaza untuk berpindah ke selatan dengan janji kondisi kemanusiaan lebih baik di sana. Namun, laporan lapangan menyebutkan pertempuran terus berlangsung di pinggiran Kota Gaza.

Bahkan pasukan Israel mengklaim berhasil menghancurkan terowongan, infrastruktur militan, dan menyita persenjataan.

Korban lain yang dilaporkan tewas pada Selasa mencakup lima orang yang tengah mengantre bantuan makanan di selatan Gaza, sembilan orang dalam serangan ke sebuah apartemen, serta tujuh orang akibat tembakan tank.

Di sisi lain, Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan 13 warga, termasuk tiga anak-anak, meninggal karena malnutrisi dan kelaparan dalam 24 jam terakhir. Total korban jiwa akibat kelaparan kini mencapai 361 orang, dengan 130 di antaranya anak-anak. Israel membantah angka ini, menyebut sebagian kematian disebabkan faktor medis lain

Editor: Happy Amanda Amalia

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 10 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 20 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 1 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia