AS Akan Uji Coba Rudal Balistik Minuteman III
MOSKOW, investor.id – Amerika Serikat akan melakukan uji peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM) Minuteman III, menyusul perintah Presiden Donald Trump untuk melanjutkan pengujian nuklir, demikian Pangkalan Angkatan Luar Angkasa Vandenberg di California yang dikutip Sputnik, Selasa (4/11/2025).
“Uji peluncuran operasional rudal balistik antarbenua Minuteman III yang tidak dipersenjatai namun dapat membawa hulu ledak nuklir milik Komando Serangan Global Angkatan Udara akan berlangsung pada 4 November dari wilayah utara Vandenberg," kata Komando Delta Peluncuran Antariksa 30 dalam pernyataan tersebut.
Pihak pangkalan menyebut uji coba tersebut sebagai kegiatan “rutin, katanya yang “telah dijadwalkan bertahun-tahun sebelumnya”.
Menurut laporan Newsweek pada Senin (3/11/2025), yang mengutip peta peringatan navigasi, rudal tersebut kemungkinan akan diluncurkan dari Pangkalan Vandenberg menuju Situs Uji Pertahanan Rudal Balistik Ronald Reagan di Atol Kwajalein, Samudra Pasifik.
Uji coba terakhir rudal Minuteman III tanpa hulu ledak dilakukan pada Mei 2025. Berdasarkan data Proyek Informasi Nuklir Federasi Ilmuwan Amerika (FAS) yang dikutip Newsweek, Angkatan Udara AS saat ini mengoperasikan sekitar 400 rudal Minuteman III di negara bagian Colorado, Montana, Nebraska, Wyoming, dan North Dakota.
Pekan lalu, Trump menyatakan telah memerintahkan Departemen Pertahanan untuk segera melanjutkan uji coba nuklir. Ia menegaskan perintah tersebut dikeluarkan karena “negara lain juga melakukan pengujian,” sehingga dinilai “tepat” bagi AS untuk mengikuti langkah serupa.
Uji coba rudal Minuteman III merupakan bagian dari program pemeliharaan kesiapan sistem pertahanan nuklir Amerika Serikat yang telah berlangsung sejak era Perang Dingin. Rudal ini menjadi komponen utama dalam triad nuklir AS bersama kapal selam dan pembom strategis.
Keputusan Presiden AS Donald Trump untuk melanjutkan pengujian nuklir menandai perubahan signifikan dalam kebijakan pertahanan AS, di tengah meningkatnya ketegangan global terkait modernisasi senjata strategis oleh Rusia, China, dan Korea Utara. Langkah ini juga menimbulkan kekhawatiran akan potensi perlombaan senjata baru di era geopolitik modern.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Strategi Trisula (TRIS) Genjot Kinerja 2026
PT Trisula International Tbk (TRIS) menyiapkan strategi untuk memacu kinerja perusahaan pada tahun 2026.Perkuat Kapasitas Serapan, Bulog akan Bangun 100 Gudang Penyimpanan Baru
Perum Bulog akan menambah 100 gudang penyimpanan untuk memperkuat infrastruktur pascapanen dan meningkatkan kapasitas serapan petani.Presiden Prabowo akan Sambut Kedatangan 3 Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon
Presiden Prabowo dijadwalkan menyambut kedatangan tiga jenazah prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon.Enam Minggu Perang, Ribuan Nyawa Melayang dan 3 TNI Gugur
Update korban perang Timur Tengah: 3.500 tewas di Iran, 13 tentara AS gugur, dan 3 prajurit TNI Indonesia tewas saat tugas PBB di Lebanon.Perum Bulog Catat Stok Beras 4,4 Juta Ton, Lampaui Target 2026
Perum Bulog mencatat stok beras nasional 4,4 juta ton melebihi target serapan sebesar 4 juta ton. Swasembada pangan optimistis tercapai.Trump Usulkan ’Golden Dome’ dan Anggaran Perang Rp 25,5 Kuadriliun
Presiden Trump usulkan anggaran militer AS 2027 US$ 1,5 triliun. Fokus pada sistem pertahanan Golden Dome dan pangkas dana domestik.Tag Terpopuler
Terpopuler






