Tensi Memanas, Trump Sebut Pergantian Kekuasaan di Iran Jadi Opsi Terbaik
Tekanan Internal di Teheran
Situasi di dalam negeri Iran sendiri sedang bergejolak. Rakyat Iran mulai mengadakan upacara peringatan 40 hari bagi ribuan korban yang tewas dalam tindakan keras pemerintah terhadap protes nasional bulan lalu. Hal ini menambah beban bagi rezim Ayatollah Ali Khamenei yang sudah terhimpit sanksi ekonomi.
Namun, pengerahan kapal induk dalam jangka panjang ini juga menimbulkan kekhawatiran di internal militer AS. Pejabat tinggi Angkatan Laut AS mencatat penugasan yang terlalu lama akan mengganggu jadwal pemeliharaan kapal dan kesejahteraan awak kapal yang sudah bertugas selama hampir delapan bulan.
Sejarah Perseteruan dan Doktrin Maximum Pressure
Hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran telah terputus sejak Revolusi Islam 1979 dan krisis sandera di Iran. Sejak saat itu, Iran dianggap oleh AS sebagai aktor destabilisasi utama di Timur Tengah melalui dukungan terhadap kelompok militan dan pengembangan teknologi nuklir.
Pemerintahan Trump, baik pada periode pertama maupun saat ini, konsisten menerapkan doktrin Tekanan Maksimal (Maximum Pressure). Doktrin ini bertujuan melumpuhkan ekonomi Iran melalui sanksi berat agar pihak Iran 55bersedia merundingkan kesepakatan baru yang jauh lebih ketat dari JCPOA 2015.
Eskalasi militer yang terjadi saat ini merupakan kelanjutan dari serangan udara AS terhadap situs nuklir Iran tahun lalu, yang hingga kini belum membuahkan solusi diplomatik permanen. Situasi ini menempatkan kawasan Timur Tengah pada ambang konflik terbuka yang dapat berdampak langsung pada stabilitas harga energi global.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






