Sabtu, 4 April 2026

Tawaran Iran Melunak untuk AS, Kerja Sama Energi Demi Kesepakatan Nuklir

Penulis : Grace El Dora
16 Feb 2026 | 23:29 WIB
BAGIKAN
Upaya baru Amerika Serikat (AS) untuk menyelesaikan konfrontasi atas ambisi nuklir Iran telah dimulai dengan kemungkinan terburuk. (Foto: Telegraph)
Upaya baru Amerika Serikat (AS) untuk menyelesaikan konfrontasi atas ambisi nuklir Iran telah dimulai dengan kemungkinan terburuk. (Foto: Telegraph)

TEHERAN, investor.id – Otoritas Iran mulai melunakkan sikap dalam upaya menghidupkan kembali kesepakatan nuklir dengan Amerika Serikat (AS). Menjelang putaran kedua perundingan di Jenewa, Iran menawarkan berbagai kerja sama ekonomi strategis di sektor energi, pertambangan, hingga pembelian pesawat sebagai "pemanis" bagi AS.

Diplomat senior Iran menyatakan demi menjaga keberlangsungan perjanjian, penting bagi AS untuk turut merasakan keuntungan ekonomi secara langsung. Hal ini menandai pergeseran strategi Iran dibandingkan kesepakatan nuklir 2015 (JCPOA) yang dinilai kurang memberikan keuntungan komersial bagi pihak AS, seperti dikutip CNBC internasional, Senin (16/2/2026).

Wakil Direktur Diplomasi Ekonomi Kementerian Luar Negeri Iran Hamid Ghanbari mengungkapkan, poin-poin negosiasi kini mencakup kepentingan bersama di ladang minyak dan gas, investasi pertambangan, hingga pengadaan pesawat terbang.

"Agar kesepakatan ini tahan lama, AS juga harus mendapatkan manfaat di area dengan imbal hasil ekonomi yang cepat dan tinggi," ujar Ghanbari sebagaimana dikutip dari kantor berita Fars, Senin.

Advertisement

Perundingan kali ini dilakukan secara eksklusif antara Iran dan Amerika Serikat dengan Oman sebagai mediator, berbeda dengan format multilateral pada 2015.

Di sisi lain, pihak AS tetap menunjukkan sikap waspada. Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Marco Rubio menegaskan Presiden AS Donald Trump lebih mengutamakan solusi diplomatik, meski ia tetap skeptis mengingat sejarah panjang ketegangan kedua negara.

"Belum ada yang pernah berhasil membuat kesepakatan sukses dengan Iran, tapi kami akan mencobanya," beber Rubio di Bratislava.

Sebagai bentuk tekanan, AS telah mengerahkan kapal induk kedua ke wilayah tersebut untuk mengantisipasi kegagalan diplomasi. Sementara itu, sumber internal menyebutkan utusan khusus AS, termasuk Jared Kushner dan Steve Witkoff, dijadwalkan bertemu dengan pejabat Iran di Jenewa pada Selasa mendatang.

Syarat Berat dari Israel

Di tengah proses negosiasi, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menyuarakan syarat ketat. Ia mendesak agar kesepakatan apa pun tidak hanya menghentikan pengayaan uranium, tetapi juga menghancurkan seluruh infrastruktur nuklir Iran.

"Tidak boleh ada kemampuan pengayaan sama sekali. Bukan sekadar menghentikan prosesnya, tapi membongkar peralatan dan infrastruktur yang memungkinkan pengayaan itu terjadi," tegas Netanyahu.

Ketegangan nuklir antara Iran dan Amerika Serikat berakar pada kekhawatiran Barat bahwa Iran sedang mengembangkan senjata nuklir. Tuduhan ini terus dibantah oleh Iran dengan klaim program mereka murni untuk tujuan damai dan energi.

Puncaknya terjadi pada 2015 ketika kesepakatan Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) ditandatangani, yang memberikan keringanan sanksi ekonomi bagi Iran sebagai imbalan atas pembatasan aktivitas nuklirnya. Namun, pada 2018, di bawah periode pertama kepemimpinan Donald Trump, AS secara sepihak keluar dari perjanjian tersebut dan menerapkan sanksi "tekanan maksimum".

Langkah tersebut memicu Iran untuk kembali meningkatkan pengayaan uraniumnya. Perundingan yang terjadi pada 2026 ini dipandang sebagai upaya terakhir untuk menghindari konfrontasi militer terbuka, terutama setelah serangkaian serangan udara gabungan AS-Israel terhadap situs nuklir Iran pada pertengahan 2025 lalu yang sempat mengguncang stabilitas kawasan.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 2 menit yang lalu

WHO Kecam Serangan ke Fasilitas Kesehatan di Iran

WHO kecam serangan AS & Israel ke fasilitas kesehatan Iran. 4 juta orang mengungsi, risiko wabah penyakit kian mengancam Timur Tengah.
Business 13 menit yang lalu

Green SM Dapat Dukungan Pembiayaan BCA Rp600 M

Fasilitas pembiayaan dari BCA ditujukan memperkuat kesiapan operasional serta menjaga keberlanjutan layanan Green SM di sejumlah kota.
Market 24 menit yang lalu

Laba Mitratel (MTEL) Rp 2,1 Triliun

PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp 2,11 triliun tahun 2025.
International 44 menit yang lalu

Serangan Udara Rusia Tewaskan 14 Warga Sipil Ukraina

Rusia luncurkan 500 drone ke Ukraina menjelang Paskah, 14 warga sipil tewas. Zelenskyy tawarkan bantuan amankan Selat Hormuz dari Iran.
InveStory 50 menit yang lalu

Tantangan Organisasional Menghadapi Gap Profesionalitas Bisnis

Turnaround Garuda hanya akan berhasil jika perusahaan berhenti sekadar memonetisasi kursi dan mulai mengorkestrasi sistem nilai perusahaan.
Business 54 menit yang lalu

Lima Jurus Menghadapi Periode Kritis Produksi Beras

Stok beras di atas 4 juta ton, masyarakat tidak perlu panik.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia