Iran Luncurkan Serangan Drone Skala Besar ke Israel, Rudal di Qatar Berhasil Dicegat
TEL AVIV, investor.id – Eskalasi konflik di Timur Tengah mencapai titik kritis pada Sabtu (28/2/2026) setelah militer Iran mengonfirmasi peluncuran serangan pesawat nirawak (drone) skala besar pertamanya ke wilayah Israel. Pihak tentara Iran menyatakan telah mengerahkan puluhan drone serang sebagai respons atas ketegangan yang meningkat.
Kondisi Mencekam di Israel
Sirene peringatan serangan udara meraung di berbagai penjuru Israel, memicu kepanikan warga. Di jalan raya dekat Tel Aviv, sejumlah pengendara mobil terpaksa menghentikan kendaraan dan berlindung di bawah jembatan layang saat peringatan rudal masuk berbunyi.
Komando Garis Depan (Home Front Command) Israel mengeluarkan instruksi darurat agar seluruh warga tetap berada di dekat ruang perlindungan bom (shelter). Pemerintah juga dengan tegas melarang adanya kerumunan massa guna meminimalkan risiko jatuhnya korban jiwa.
Orang-orang duduk di tempat perlindungan setelah sirene peringatan berbunyi menyusul serangan Israel terhadap Iran, di Tel Aviv, Israel, Sabtu (28/2/2026). (Foto: AP/ Ohad Zwigenberg)
Rudal di Wilayah Qatar Berhasil Dilumpuhkan
Ketegangan tidak hanya terbatas pada wilayah Israel. Kementerian Pertahanan Qatar melaporkan bahwa gelombang kedua rudal yang mengarah ke wilayah mereka berhasil "dicegat dan dinetralkan" dengan sukses.
"Seluruh rudal yang masuk telah dihancurkan sebelum mencapai wilayah kedaulatan Qatar," tulis pernyataan resmi Kementerian Pertahanan Qatar melalui akun Instagram resminya.
Pihak kedaulatan Qatar menegaskan bahwa Angkatan Bersenjata mereka memiliki "kemampuan dan sumber daya penuh" untuk menjamin keamanan nasional. Hingga pukul 14.30 waktu setempat, tim jurnalis di lapangan melaporkan terdengarnya beberapa kali suara dentuman dari proses intersepsi rudal di langit Qatar. Otoritas setempat mengimbau warga untuk tetap tenang dan mematuhi instruksi resmi.
Asap mengepul di cakrawala setelah ledakan di Teheran, Iran, Sabtu (28/2/2026). (Foto: AP)
Serangan drone skala besar oleh Iran ini merupakan titik balik dari ketegangan yang semula berpusat pada program nuklir dan persaingan pengaruh di kawasan. Keterlibatan wilayah udara negara lain, seperti Qatar, menunjukkan bahwa risiko perang regional kini tidak lagi terhindarkan.
Qatar, yang selama ini sering berperan sebagai mediator antara Barat dan Iran, kini ikut terseret dalam pusaran keamanan setelah sistem pertahanan udaranya harus bekerja ekstra menghalau rudal yang menyasar wilayah mereka.
Eskalasi ini terjadi setelah kegagalan berbagai upaya diplomasi di awal Februari 2026, yang memicu pengerahan armada tempur besar-besaran oleh Amerika Serikat di Teluk Arab sebagai bentuk tekanan terhadap Teheran. Dampak dari serangan ini diprediksi akan mengganggu jalur logistik global serta stabilitas keamanan di seluruh kawasan Timur Tengah.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Kejutkan Dunia, Pemimpin Militer Burkina Faso Lontarkan Pernyataan Kontroversial
Pemimpin militer Burkina Faso Ibrahim Traore lontarkan pernyataan kontroversial, sebut demokrasi membunuh dan minta rakyat lupakan pemilu.KLH dan Pemprov Sulsel Bangun PSEL dengan Investasi Rp 3 Triliun
Kementerian LH bersama Pemprov Sulsel memulai pembangunan Pengolah Sampah Energi Listrik (PSEL) dengan nilai investasi Rp 3 triliun.Strategi Trisula (TRIS) Genjot Kinerja 2026
PT Trisula International Tbk (TRIS) menyiapkan strategi untuk memacu kinerja perusahaan pada tahun 2026.Perkuat Kapasitas Serapan, Bulog akan Bangun 100 Gudang Penyimpanan Baru
Perum Bulog akan menambah 100 gudang penyimpanan untuk memperkuat infrastruktur pascapanen dan meningkatkan kapasitas serapan petani.Presiden Prabowo akan Sambut Kedatangan 3 Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon
Presiden Prabowo dijadwalkan menyambut kedatangan tiga jenazah prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon.Enam Minggu Perang, Ribuan Nyawa Melayang dan 3 TNI Gugur
Update korban perang Timur Tengah: 3.500 tewas di Iran, 13 tentara AS gugur, dan 3 prajurit TNI Indonesia tewas saat tugas PBB di Lebanon.Tag Terpopuler
Terpopuler








