Gempuran AS-Israel Sasar Kantor Khamenei, Timur Tengah di Ambang Perang Total
TEHERAN, investor.id – Situasi di Timur Tengah mencapai titik didih pada Sabtu (28/2/2026). Serangan udara gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel dilaporkan menyasar jantung kekuasaan Iran di Teheran, termasuk kompleks tempat tinggal Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Berdasarkan laporan lembaga penyiaran publik Israel yang mengutip kantor berita AFP, serangan tersebut secara spesifik menargetkan dua tokoh kunci Iran, yaitu Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan Presiden Masoud Pezeshkian.
Kondisi Pemimpin Iran: Aman di Lokasi Rahasia
Laporan awal menyebutkan ledakan hebat terjadi di sekitar kantor Ayatollah Ali Khamenei. Namun, menurut sumber Reuters, pemimpin berusia 86 tahun tersebut tidak berada di Teheran saat serangan terjadi karena telah dipindahkan ke lokasi yang aman lebih awal.
Sementara itu, kantor berita resmi Iran, IRNA, mengonfirmasi bahwa Presiden Masoud Pezeshkian dalam kondisi selamat dan sehat. "Presiden berada dalam kesehatan yang baik," tulis IRNA melalui saluran Telegram resminya sesaat setelah serangan berlangsung, Sabtu.
Ledakan Berguncang di Negara-Negara Teluk
Efek domino dari konflik ini segera menjalar ke seluruh kawasan Teluk. Sirene darurat dilaporkan berbunyi di Bahrain, khususnya di sekitar markas Armada Kelima Angkatan Laut AS.
Tak hanya itu, dentuman ledakan juga terdengar di kota-kota besar yang menjadi markas bagi pasukan Amerika, termasuk Abu Dhabi dan Dubai (UEA), Doha (Qatar), hingga Riyadh (Arab Saudi).
- Di Abu Dhabi: Ledakan terdengar di dekat Pangkalan Udara Al Dhafra.
- Di Dubai: Keamanan di Pelabuhan Jebel Ali, pelabuhan logistik terbesar Angkatan Laut AS di kawasan tersebut, diperketat.
- Di Doha: Pangkalan Udara Al Udeid yang merupakan markas pusat Komando Sentral AS (CENTCOM) turut siaga tinggi.
Pihak Qatar mengeklaim berhasil mencegat serangan yang menyasar wilayahnya tanpa ada laporan korban jiwa maupun kerusakan material di area pemukiman.
Pernyataan Trump: "Operasi Tempur Besar"
Presiden AS Donald Trump menegaskan, tujuan operasi ini adalah untuk melenyapkan ancaman mendesak dari Iran yang ia sebut sebagai "negara sponsor teror nomor satu di dunia".
"Rezim ini telah menyanyikan 'Mati untuk Amerika' selama 47 tahun dan melancarkan kampanye pertumpahan darah yang tiada henti," ujar Trump. Ia juga secara langsung menuding Iran sebagai dalang di balik serangan Hamas pada 7 Oktober di Israel.
Respons Iran: Diplomasi Telah Mati
Kementerian Luar Negeri Iran memberikan respons berapi-api, menyebut serangan itu sebagai "agresi militer kriminal" yang dilakukan justru saat proses diplomatik masih berlangsung.
"Dulu kami siap untuk bernegosiasi, kini kami lebih siap dari sebelumnya untuk bertahan. Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran akan menanggapi para agresor dengan otoritas penuh," tegas pernyataan resmi dari Teheran sembari mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengambil tindakan kolektif.
Meluasnya suara ledakan dan aktivitas pencegahan rudal hingga ke UEA, Qatar, dan Arab Saudi disebabkan oleh keberadaan infrastruktur militer Amerika Serikat yang masif di negara-negara tersebut. Iran telah lama mengancam jika mereka diserang oleh AS atau Israel, maka negara-negara tetangga yang "menampung" pasukan AS akan dianggap sebagai target potensial.
Pangkalan seperti Al Udeid di Qatar dan Al Dhafra di UEA berfungsi sebagai mata dan telinga operasional AS di kawasan Teluk. Selain itu, pangkalan-pangkalan ini dilengkapi dengan sistem pertahanan rudal canggih seperti Patriot dan THAAD (Terminal High Altitude Area Defense).
Oleh karena itu, ketika Iran meluncurkan rudal balasan ke arah Israel atau target AS, sistem pertahanan di negara-negara Teluk ini secara otomatis aktif, menciptakan situasi "perang terbuka" yang melibatkan wilayah udara lintas negara. Eskalasi ini menandai kegagalan total dari kebijakan pencegahan regional yang selama ini diupayakan oleh komunitas internasional.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Kejutkan Dunia, Pemimpin Militer Burkina Faso Lontarkan Pernyataan Kontroversial
Pemimpin militer Burkina Faso Ibrahim Traore lontarkan pernyataan kontroversial, sebut demokrasi membunuh dan minta rakyat lupakan pemilu.KLH dan Pemprov Sulsel Bangun PSEL dengan Investasi Rp 3 Triliun
Kementerian LH bersama Pemprov Sulsel memulai pembangunan Pengolah Sampah Energi Listrik (PSEL) dengan nilai investasi Rp 3 triliun.Strategi Trisula (TRIS) Genjot Kinerja 2026
PT Trisula International Tbk (TRIS) menyiapkan strategi untuk memacu kinerja perusahaan pada tahun 2026.Perkuat Kapasitas Serapan, Bulog akan Bangun 100 Gudang Penyimpanan Baru
Perum Bulog akan menambah 100 gudang penyimpanan untuk memperkuat infrastruktur pascapanen dan meningkatkan kapasitas serapan petani.Presiden Prabowo akan Sambut Kedatangan 3 Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon
Presiden Prabowo dijadwalkan menyambut kedatangan tiga jenazah prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon.Enam Minggu Perang, Ribuan Nyawa Melayang dan 3 TNI Gugur
Update korban perang Timur Tengah: 3.500 tewas di Iran, 13 tentara AS gugur, dan 3 prajurit TNI Indonesia tewas saat tugas PBB di Lebanon.Tag Terpopuler
Terpopuler






