Indonesia Perlu Waspadai Tiga Dampak Perang AS-Iran
JAKARTA, investor.id – Situasi di kawasan Timur Tengah kian memanas setelah Amerika Serikat (AS) dan Israel menyerang Teheran, Iran, Sabtu (28/2/2026). Iran pun membalas serangan ke fasilitas militer AS yang berada di Qatar, Bahrain, hingga Uni Emirat Arab.
Guru Besar Hukum Internasional Hikmahanto Juwana berpandangan, ada tiga potensi dari situasi geopolitik tersebut akan berdampak terhadap ekonomi dunia. Ketiga dampak tersebut perlu mendapat perhatian karena dapat berpengaruh terhadap ekonomi nasional.
Pertama, harga minyak akan menjadi mahal lantaran Selat Hormuz ditutup. Ia menjelaskan bahwa selat tersebut sudah tertutup untuk kapal tanker milik sipil, sehingga distribusi minyak berpotensi terganggu.
“Minyak akan menjadi mahal, karena mungkin Selat Hormuz ditutup yang saya dengar juga dari Angkatan Laut Iran, sudah mengatakan bahwa itu tertutup untuk kapal-kapal tanker yang sipil. Sehingga ini akan membuat harga minyak mahal,” ujar Hikmahanto Juwana kepada Beritasatu, Minggu (1/3/2026).
Kedua, perlambatan perekonomian dunia akibat terganggunya rantai pasok atau supply chain. Kondisi ini dinilai dapat berdampak pada negara-negara yang masih bergantung pada impor.
“Perlambatan terhadap perekonomian dunia, karena supply chain terganggu. Ini yang tentu kalau kita bergantung pada impor, biaya akan naik,” terangnya.
Ketiga terkait perubahan dinamika geopolitik global. Hikmahanto Juwana menyoroti pendekatan yang dilakukan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
“Sekarang ini kelihatannya Trump mengatakan bahwa dia akan menciptakan perdamaian, tapi dengan adanya penggunaan kekerasan, penggunaan tarif. Menjadi pertanyaan bagi kita Indonesia, apakah kita masih setuju dengan cara-cara Trump?” jelasnya.
Ia mengungkapkan pendekatan tersebut perlu menjadi bahan evaluasi bagi pengambil kebijakan di Indonesia. Terutama dalam kaitannya dengan posisi Indonesia di Dewan Perdamaian atau Board of Peace.
“Karena Board of Peace ternyata yang Trump jalankan adalah perdamaian, tapi di-backup dengan kekuatan. Bukan di-backup dengan aturan, tetapi power base. Ini seharusnya menjadi evaluasi bagi pengambil kebijakan, bagaimana kita menyikapi hal ini,” tandasnya.
Editor: Maswin
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Astronot Artemis II Bingkai Keindahan Bumi yang Menakjubkan
Astronot Artemis II bagikan foto Bumi yang menakjubkan dari angkasa. Perjalanan manusia pertama menuju Bulan setelah lebih dari 50 tahun.Banjir Setinggi 30-80 cm Rendam Sejumlah Wilayah di Tangerang Selatan
Hujan deras yang mengguyur sejak pagi membuat sejumlah wilayah di Tangerang Selatan terendam banjir dengan ketinggian 30-80 cm.Kejutkan Dunia, Pemimpin Militer Burkina Faso Lontarkan Pernyataan Kontroversial
Pemimpin militer Burkina Faso Ibrahim Traore lontarkan pernyataan kontroversial, sebut demokrasi membunuh dan minta rakyat lupakan pemilu.KLH dan Pemprov Sulsel Bangun PSEL dengan Investasi Rp 3 Triliun
Kementerian LH bersama Pemprov Sulsel memulai pembangunan Pengolah Sampah Energi Listrik (PSEL) dengan nilai investasi Rp 3 triliun.Strategi Trisula (TRIS) Genjot Kinerja 2026
PT Trisula International Tbk (TRIS) menyiapkan strategi untuk memacu kinerja perusahaan pada tahun 2026.Perkuat Kapasitas Serapan, Bulog akan Bangun 100 Gudang Penyimpanan Baru
Perum Bulog akan menambah 100 gudang penyimpanan untuk memperkuat infrastruktur pascapanen dan meningkatkan kapasitas serapan petani.Tag Terpopuler
Terpopuler






