Rusia dan China Kecam Serangan AS-Israel ke Iran, Desak Gencatan Senjata Perang
ISTANBUL, investor.id – Dunia internasional bereaksi keras atas eskalasi militer di Timur Tengah. Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergey Lavrov dan Menlu China Wang Yi secara resmi mengutuk serangan besar-besaran yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran.
Dalam pembicaraan telepon yang dikutip Anadolu, Senin (2/3/2026), kedua diplomat senior tersebut menyerukan penghentian segera segala bentuk permusuhan. Keduanya menekankan pentingnya penyelesaian masalah melalui jalur politik dan diplomasi guna menjamin kepentingan keamanan yang sah bagi seluruh negara di kawasan Teluk.
Pelanggaran Hukum Internasional
Otorits Rusia dan China menegaskan, agresi yang dilakukan AS dan Israel merupakan bentuk pelanggaran nyata terhadap hukum internasional serta prinsip-prinsip dasar Piagam PBB. Menurut mereka, aksi militer tersebut telah mengguncang stabilitas di seluruh kawasan.
"Kami menolak kebijakan yang bertujuan menggulingkan pemerintahan sah di negara-negara berdaulat," bunyi pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Rusia pada Senin. Kedua diplomat tinggi tersebut menegaskan kesamaan posisi Rusia dan China dalam pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB.
Lavrov dan Wang juga menyatakan kesiapannya untuk terus bekerja sama menstabilkan situasi melalui koordinasi di berbagai lembaga internasional. Ini termasuk koordinasi dengan Dewan Keamanan PBB, Badan Energi Atom Internasional (IAEA), hingga Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO).
Dukungan dari Uni Emirat Arab
Selain berkomunikasi dengan China, Sergey Lavrov juga melakukan pembicaraan serupa dengan Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab (UEA), Abdullah bin Zayed. Keduanya memiliki pandangan yang sama mengenai urgensi gencatan senjata total dan kembali ke kerangka dialog diplomatik.
Lavrov menyoroti bahwa tindakan AS dan Israel merupakan "agresi tanpa provokasi" yang memicu eskalasi militer berbahaya di kawasan tersebut.
Serangan gabungan AS dan Israel pada Sabtu (28/2/2026) dilaporkan telah menewaskan sejumlah pejabat tinggi Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Sebagai balasan, pihak Iran meluncurkan serangan pesawat tak berawak (drone) dan rudal yang menghantam beberapa lokasi di negara-negara Teluk.
Konflik yang terjadi saat ini merupakan puncak dari rentetan konflik bersenjata yang kian intens di Timur Tengah. Kejadian serupa pernah pecah pada Juni tahun lalu, ketika Israel dan Amerika Serikat meluncurkan serangan besar ke Iran yang memicu perang selama 12 hari sebelum akhirnya gencatan senjata disepakati.
Keterlibatan aktif Rusia dan China dalam isu ini menunjukkan pergeseran geopolitik, di mana kedua kekuatan besar tersebut berupaya membendung dominasi militer Barat di kawasan strategis tersebut. Dengan tewasnya tokoh-tokoh kunci di Teheran, kekhawatiran akan terjadinya perang regional yang lebih luas kini menjadi ancaman nyata bagi keamanan energi dan stabilitas ekonomi global.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






