Minggu, 21 Juni 2026

Amankan Pasokan Energi Dunia, Angkatan Laut AS Siap Kawal Kapal Tanker di Selat Hormuz

Penulis : Grace El Dora
6 Mar 2026 | 21:43 WIB
BAGIKAN
Lalu lintas melalui jalur perdagangan utama Selat Hormuz tetap terhambat karena perang AS-Israel di Iran.
Lalu lintas melalui jalur perdagangan utama Selat Hormuz tetap terhambat karena perang AS-Israel di Iran.

WASHINGTON, investor.id – Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengambil langkah tegas untuk mengatasi kemacetan jalur perdagangan global akibat konflik yang sedang berlangsung dengan Iran. Menteri Energi AS Chris Wright menyatakan, Angkatan Laut AS sedang bersiap untuk mengawal kapal-kapal tanker melewati Selat Hormuz dalam waktu dekat.

"Segera setelah situasinya memungkinkan, kami akan mengawal kapal-kapal melewati selat tersebut agar aliran energi dapat bergerak kembali," ujar Wright dalam wawancara di acara Fox and Friends, Jumat (6/3/2026).

Langkah ini menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump pada Selasa (2/3/2026). Trump menegaskan, kehadiran militer AS di jalur krusial tersebut bertujuan untuk mencegah gangguan lebih lanjut pada pasokan minyak mentah dunia yang mulai tercekik akibat perang.

Saat ini, lalu lintas di Selat Hormuz mengalami hambatan serius setelah eskalasi militer antara AS-Israel melawan Iran meningkat.

ADVERTISEMENT

Pengawalan militer ini diharapkan dapat memberikan jaminan keamanan bagi perusahaan pelayaran internasional yang khawatir akan serangan balasan di wilayah perairan tersebut.

Mengapa Selat Hormuz Begitu Penting?

Selat Hormuz merupakan urat nadi energi dunia yang terletak di antara Teluk Oman dan Teluk Persia. Jalur perairan sempit ini sangat vital karena menjadi lintasan utama bagi sekitar 20% pasokan minyak bumi dan sepertiga gas alam cair (LNG) dunia setiap harinya.

Secara geografis, titik tersempit selat ini hanya berjarak sekitar 33 kilometer, menjadikannya sasaran empuk bagi blokade militer atau serangan sabotase.

Dalam sejarah konflik Timur Tengah, penutupan atau gangguan di Selat Hormuz selalu berdampak langsung pada lonjakan harga energi global, yang pada gilirannya dapat memicu inflasi dan guncangan ekonomi di berbagai belahan dunia, termasuk bagi negara-negara industri di Asia dan Eropa.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 3 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 34 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia