Amankan Pasokan Energi Dunia, Angkatan Laut AS Siap Kawal Kapal Tanker di Selat Hormuz
WASHINGTON, investor.id – Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengambil langkah tegas untuk mengatasi kemacetan jalur perdagangan global akibat konflik yang sedang berlangsung dengan Iran. Menteri Energi AS Chris Wright menyatakan, Angkatan Laut AS sedang bersiap untuk mengawal kapal-kapal tanker melewati Selat Hormuz dalam waktu dekat.
"Segera setelah situasinya memungkinkan, kami akan mengawal kapal-kapal melewati selat tersebut agar aliran energi dapat bergerak kembali," ujar Wright dalam wawancara di acara Fox and Friends, Jumat (6/3/2026).
Langkah ini menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump pada Selasa (2/3/2026). Trump menegaskan, kehadiran militer AS di jalur krusial tersebut bertujuan untuk mencegah gangguan lebih lanjut pada pasokan minyak mentah dunia yang mulai tercekik akibat perang.
Saat ini, lalu lintas di Selat Hormuz mengalami hambatan serius setelah eskalasi militer antara AS-Israel melawan Iran meningkat.
Pengawalan militer ini diharapkan dapat memberikan jaminan keamanan bagi perusahaan pelayaran internasional yang khawatir akan serangan balasan di wilayah perairan tersebut.
Mengapa Selat Hormuz Begitu Penting?
Selat Hormuz merupakan urat nadi energi dunia yang terletak di antara Teluk Oman dan Teluk Persia. Jalur perairan sempit ini sangat vital karena menjadi lintasan utama bagi sekitar 20% pasokan minyak bumi dan sepertiga gas alam cair (LNG) dunia setiap harinya.
Secara geografis, titik tersempit selat ini hanya berjarak sekitar 33 kilometer, menjadikannya sasaran empuk bagi blokade militer atau serangan sabotase.
Dalam sejarah konflik Timur Tengah, penutupan atau gangguan di Selat Hormuz selalu berdampak langsung pada lonjakan harga energi global, yang pada gilirannya dapat memicu inflasi dan guncangan ekonomi di berbagai belahan dunia, termasuk bagi negara-negara industri di Asia dan Eropa.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





