Minggu, 21 Juni 2026

Prancis Siap Bantu Amankan Selat Hormuz, Namun Ajukan Syarat Ketat

Penulis : Grace El Dora
19 Mar 2026 | 20:20 WIB
BAGIKAN
Kapal tanker berlayar di Teluk, dekat Selat Hormuz, seperti yang terlihat dari bagian utara Ras al-Khaimah, dekat perbatasan dengan pemerintahan Musandam di Oman, saat konflik AS-Israel dengan Iran, di Uni Emirat Arab pada 11 Maret 2026. (Foto: Stringer)
Kapal tanker berlayar di Teluk, dekat Selat Hormuz, seperti yang terlihat dari bagian utara Ras al-Khaimah, dekat perbatasan dengan pemerintahan Musandam di Oman, saat konflik AS-Israel dengan Iran, di Uni Emirat Arab pada 11 Maret 2026. (Foto: Stringer)

PARIS, investor.id – Pemerintah Prancis menyatakan kesiapannya untuk mendukung Amerika Serikat (AS) dalam mengamankan Selat Hormuz, jalur perdagangan energi paling vital di dunia. Namun, Paris menegaskan tidak akan mengirimkan pasukannya selama wilayah tersebut masih menjadi zona tempur yang dihujani rudal dan pesawat nirawak (drone).

Menteri Keuangan Prancis Roland Lescure menyampaikan, bantuan keamanan baru bisa diberikan jika situasi telah mereda atau terdevaluasi.

"Kami bersedia melakukan sesuatu untuk membebaskan Selat Hormuz, asalkan kondisinya bukan lagi situasi perang. Tidak ada yang mau melintasi Selat Hormuz jika ada risiko rudal atau drone jatuh di atas kepala Anda," ujar Lescure di konferensi Euronext seperti dikutip CNBC internasional, Kamis (19/3/2026).

Enggan Terjebak dalam "Perang Pilihan"

ADVERTISEMENT

Sikap Prancis ini muncul di tengah tekanan dari Presiden AS Donald Trump terhadap sekutu Eropa, termasuk Inggris dan Jerman, yang dianggap gagal membantu AS membuka kembali Selat Hormuz. Jalur laut yang dikendalikan oleh Iran ini sangat krusial bagi ekspor minyak dan gas global.

Meski demikian, negara-negara Eropa tampak ragu untuk terlibat lebih jauh. Mereka memandang ketegangan antara AS, Israel, dan Iran saat ini sebagai "perang pilihan" (war of choice) ketimbang kebutuhan mendesak, dengan tujuan dan akhir yang dianggap tidak jelas.

Senada dengan Lescure, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa (UE) Kaja Kallas menegaskan posisi kawasan tersebut.

"Ini bukan perang Eropa, tetapi kepentingan Eropa secara langsung sedang dipertaruhkan," tegas Kepala Kebijakan Luar Negeri UE Kaja Kallas.

Menunggu Situasi Kondusif

Presiden Prancis Emmanuel Macron juga mempertegas posisi negaranya. Ia memastikan bahwa dalam konteks saat ini, Prancis bukan merupakan pihak yang bertikai dan tidak akan ambil bagian dalam operasi pembukaan selat secara militer.

"Kami yakin setelah situasi mereda, setelah pengeboman utama berhenti, kami siap bersama negara-negara lain untuk memikul tanggung jawab dalam sistem pengawalan kapal," pungkas Macron.

Selat Hormuz merupakan titik sumbat (chokepoint) maritim paling penting di dunia yang menghubungkan produsen minyak di Teluk Persia dengan pasar global. Sekitar seperlima dari total konsumsi minyak bumi dunia melewati jalur sempit ini setiap harinya.

Ketegangan di selat ini sering kali meningkat seiring memburuknya hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran. Penutupan atau gangguan pada jalur ini berdampak langsung pada lonjakan harga energi global, yang memicu kekhawatiran krisis ekonomi di Eropa dan Asia.

Posisi Prancis yang memilih untuk menunggu deeskalasi mencerminkan upaya diplomasi Eropa untuk menyeimbangkan dukungan terhadap sekutu (AS) tanpa harus terseret ke dalam konfrontasi militer langsung dengan Iran.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 3 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 34 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia