Minggu, 21 Juni 2026

Indonesia dan Negara Asia Lain Ramai-Ramai Antre Minyak Rusia

Penulis : Grace El Dora
26 Mar 2026 | 23:52 WIB
BAGIKAN
Kapal tanker minyak mentah berbendera Rusia milik Rosneft, Vladimir Monomakh, melintasi Selat Bosporus di Istanbul, Turki.
Kapal tanker minyak mentah berbendera Rusia milik Rosneft, Vladimir Monomakh, melintasi Selat Bosporus di Istanbul, Turki.

MOSKOW, investor.id – Terhentinya pasokan energi akibat eskalasi perang di Timur Tengah memaksa sejumlah negara Asia untuk memutar haluan. Indonesia, Vietnam, Thailand, Filipina, hingga Sri Lanka kini dikabarkan tengah mengantre untuk mendapatkan pasokan minyak mentah dari Rusia guna mengamankan ketahanan energi domestik mereka.

Langkah ini diambil setelah konflik antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran menutup akses Selat Hormuz, yang selama ini menjadi jalur vital bagi seperlima produksi minyak global. Kondisi ini memicu kekhawatiran bahwa permintaan dunia akan segera melampaui kapasitas produksi yang tersedia.

Rusia Jadi Incaran Baru Asia

Sejak invasi ke Ukraina membuat konsumen Eropa menjauhi Moskow, sekitar 80% ekspor minyak Rusia telah diserap oleh India dan Tiongkok. Namun, dalam beberapa pekan terakhir, daftar pembeli dari Asia Tenggara dan Asia Selatan terus bertambah panjang.

ADVERTISEMENT

"Permintaan sangat tinggi, terutama dari destinasi-destinasi alternatif. Akibatnya, kita mungkin akan sampai pada titik di mana sulit untuk memenuhi tambahan permintaan tersebut," ujar juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, saat menanggapi melonjaknya minat terhadap minyak Rusia.

Rusia saat ini diuntungkan oleh harga minyak yang melambung tinggi serta kebijakan pelonggaran sanksi (waiver) selama 30 hari dari Amerika Serikat untuk pembelian minyak Rusia di laut. Pendapatan dari minyak dan gas bumi sendiri menyumbang sekitar seperempat dari total kas negara Rusia.

Filipina dan Vietnam Mulai Bergerak

Data dari LSEG menunjukkan bahwa Filipina telah membeli sekitar 1,5 juta barel minyak mentah jenis ESPO Blend dari Timur Jauh Rusia. Ini merupakan pembelian pertama Manila dalam lima tahun terakhir.

Dua kapal tanker, yaitu Sara Sky dan Tiger Wings, dilaporkan telah mengirimkan minyak tersebut ke pelabuhan Limay untuk diproses di kilang Bataan.

Sementara itu, Perdana Menteri Vietnam, Pham Minh Chinh, melakukan kunjungan ke Moskow pekan ini. Ia meminta perusahaan migas Rusia, Zarubezhneft, untuk meningkatkan investasi di Vietnam dan menjamin pasokan minyak mentah jangka panjang bagi negaranya. Thailand dan Sri Lanka juga dilaporkan tengah menjalin diskusi intensif dengan pemerintah Rusia terkait rencana serupa.

Tantangan Logistik Rusia

Meski permintaan membeludak, kemampuan Rusia untuk menggenjot ekspor masih terganjal kendala teknis. Serangan pesawat nirawak (drone) Ukraina dilaporkan telah melumpuhkan sekitar 40% kapasitas ekspor minyak Rusia, yang memaksa Moskow bekerja ekstra keras untuk memenuhi komitmen pengiriman kepada pelanggan barunya di Asia.

Ketergantungan negara-negara Asia pada minyak Rusia merupakan dampak langsung dari instabilitas di Selat Hormuz. Sebagai jalur transit utama bagi produsen migas besar di Teluk Persia, penutupan selat ini secara otomatis memutus rantai pasok energi tradisional bagi banyak negara berkembang di Asia.

Di sisi lain, keputusan negara-negara seperti Indonesia dan Filipina untuk mendekat ke Rusia menunjukkan pergeseran pragmatis dalam diplomasi energi. Di tengah ancaman krisis ekonomi akibat lonjakan harga BBM, opsi untuk membeli minyak Rusia yang sering kali ditawarkan dengan harga diskon menjadi pilihan logis, meskipun harus menavigasi kompleksitas sanksi internasional dan ketegangan geopolitik yang masih menyelimuti Rusia.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 4 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 4 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 5 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 5 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 5 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 5 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia