Top Berita Ekonomi Hari Ini, Jumat 24 April 2026
JAKARTA, investor.id - Sebagai media online yang kredibel di bidang ekonomi, investor.id menyajikan berita-berita ekonomi penting sepanjang hari ini, Jumat (24/4/2026), mulai dari penyusutan serapan tenaga kerja, alasan pencopotan dua dirjen Kemenkeu, hingga strategi baru gaet wisatawan mancanegara di tengah konflik Timur Tengah.
Berikut top 5 berita ekonomi hari ini yang patut untuk disimak:
1. Serapan Tenaga Kerja Menyusut
Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menerangkan, pada tahun pada 2013, setiap tambahan Rp 1 triliun investasi mampu menyerap lebih dari 4.500 tenaga kerja baru. Sedangkan pada 2025, angka serap tenaga kerja per Rp 1 triliun investasi hanya sekitar 1.400 orang.
Oleh karena itu, kalangan pengusaha menilai rencana pemerintah untuk menggeser insentif fiskal ke sektor padat karya akan menjadi penting sebagai langkah penyeimbang antara penciptaan lapangan kerja dan penguatan struktur industri.
“Penurunan ini menunjukkan bahwa meskipun total nilai investasi tinggi, efek langsung terhadap penciptaan lapangan kerja relatif lebih rendah dibandingkan dekade lalu, yang sebagian dipengaruhi oleh meningkatnya proporsi investasi di sektor padat modal,” ucap Ketua Umum Apindo, Shinta Widjaja, saat dihubungi pada Jumat (24/4/2026).
2. Alasan Purbaya Di Balik Pencopotan Dua Dirjen Kemenkeu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui bahwa pencopotan sejumlah Direktur Jenderal (Dirjen) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terjadi karena ada permasalahan internal. Khususnya yang terkait dengan kinerja Kemenkeu dalam mengelola keuangan negara.
Purbaya menyinggung pencopotan dua pejabat tinggi itu juga terkait dengan munculnya rumor mengenai kas negara yang tersisa akan habis dalam tiga pekan.
3. Target Wisman Digeser
Pemerintah Indonesia menggeser target pasar wisatawan mancanegara (wisman) sebagai upaya mitigasi dampak konflik di Timur Tengah. Inisiatif yang dilakukan adalah dengan mengalihkan fokus pemasaran pariwisata Indonesia dari kawasan Eropa dan Amerika Serikat (AS) ke wilayah Asia-Pasifik.
Pemerintah kini memprioritaskan tujuh pasar strategis, yakni Malaysia, Singapura, Jepang, China, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru. Ketujuh wilayah ini dipilih karena kedekatan geografis dan ketersediaan akses penerbangan langsung yang tidak melewati wilayah konflik.
4. ESDM Siapkan Dua Skenario Impor Minyak Rusia
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mematangkan regulasi untuk memayungi rencana impor 150 juta barel minyak mentah dari Rusia. Pemerintah saat ini sedang mengkaji dua skema instrumen pengadaan agar komitmen energi tersebut dapat segera terealisasi.
Opsi pertama adalah penugasan langsung kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Namun, skema ini memiliki konsekuensi teknis mengingat BUMN sudah terikat kontrak pengadaan dengan pihak lain. Selain itu, mekanisme internal BUMN biasanya mewajibkan proses tender, sementara rencana impor ini berbasis kerja sama antarpemerintah (Government-to-Government/G-to-G).
5. Sebanyak 13 Proyek Hilirisasi Segera Dibangun
Pemerintah bersiap mempercepat pembangunan program hilirisasi di 13 lokasi yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Langkah ini merupakan bagian dari arahan strategis Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas cakupan hilirisasi nasional melampaui sektor energi dan mineral.
Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya, mengungkapkan rencana tersebut usai pertemuan Presiden Prabowo dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Kepala BPI Danantara, Rosan Roeslani, di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jumat (24/4/2026).
“Perkembangan program hilirisasi berikutnya akan segera dibangun pada 13 lokasi di Indonesia,” ujar Teddy dalam keterangan tertulisnya.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






