Minggu, 21 Juni 2026

Serangan Udara AS-Israel Hantam Pabrik Obat Kanker di Teheran

Penulis : Grace El Dora
1 Apr 2026 | 08:57 WIB
BAGIKAN
Para anggota Palang Merah Iran bekerja di lokasi serangan AS-Israel dekat sebuah masjid di Zanjan, Iran. (Foto: Iranian Red Crescent Society)
Para anggota Palang Merah Iran bekerja di lokasi serangan AS-Israel dekat sebuah masjid di Zanjan, Iran. (Foto: Iranian Red Crescent Society)

TEHERAN, investor.id – Eskalasi konflik di Timur Tengah semakin memprihatinkan setelah serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel dilaporkan menghantam salah satu perusahaan farmasi terbesar di Iran pada Selasa (31/3/2026) malam. Fasilitas medis yang hancur tersebut merupakan produsen utama obat-obatan anestesi dan perawatan kanker di negara tersebut.

Pemerintah Iran melalui platform X menyatakan serangan tersebut secara sengaja menyasar pusat-pusat sipil, seperti dikutip Al Jazeera, Rabu (1/4/2026).

Perusahaan yang menjadi target diidentifikasi sebagai Tofigh Daru Research and Engineering Company, anak perusahaan dari Social Security Investment Company, perusahaan induk negara yang mengelola dana pensiun.

Mantan Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif mengecam keras insiden ini. Ia menyebut para penyerang sebagai "agresor putus asa" yang secara sengaja menghancurkan fasilitas produksi medis demi ambisi yang delusi.

ADVERTISEMENT

Serangan Meluas ke Situs Religi dan Fasilitas Sipil

Selain pabrik obat di Teheran, rentetan serangan juga dilaporkan terjadi di beberapa titik lainnya:

- Zanjan: Serangan udara menghantam Husseiniya Azam, aula pertemuan Syiah di dekat masjid. Tim Bulan Sabit Merah Iran melaporkan upaya penyelamatan terhadap dua orang yang tertimbun reruntuhan.

- Kermanshah: Di Qasr-e Shirin yang berbatasan dengan Irak, satu pekerja tewas dan delapan lainnya luka-luka setelah serangan menyasar sebuah perusahaan kontraktor sipil.

- Isfahan: Pengeboman berat dilaporkan terjadi di wilayah yang merupakan pusat industri pertahanan dan fasilitas nuklir utama Iran ini. Otoritas keamanan setempat masih menginvestigasi dampak kerusakan di pangkalan militer Badr dan Shekari ke-8.

Serangan Udara AS-Israel Hantam Pabrik Obat Kanker di Teheran
Tangkapan layar - serangan Israel ke Isfahan, Iran. (Sumber: AP)

Di Teheran, ribuan warga turun ke jalan untuk memprotes serangan yang terus berlanjut. Negosiasi diplomatik dilaporkan buntu setelah Presiden AS Donald Trump mengajukan proposal 15 poin yang dianggap Teheran "tidak masuk akal dan sangat maksimalis."

Analis dari Al Jazeera melaporkan adanya "awan ketidakpercayaan" yang tebal di pihak Iran. Hal ini disebabkan karena dalam 10 bulan terakhir, setiap kali Iran mencoba menempuh jalur diplomasi, mereka justru dihadapkan pada gelombang serangan udara baru oleh AS dan Israel.

Korban Jiwa Terus Bertambah

Sejak serangan gabungan dimulai pada 28 Februari lalu, sedikitnya 1.937 orang gugur di Iran, sementara 20 orang dilaporkan tewas di pihak Israel.

Meski demikian, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan komunikasi melalui perantara masih terus berjalan. Ia optimistis tujuan perang AS akan tercapai dalam hitungan minggu, bukan bulan. Senada dengan hal tersebut, Kepala Pentagon Pete Hegseth mengeklaim pembicaraan untuk mengakhiri perang sedang mengalami kemajuan nyata.

Serangan terhadap Tofigh Daru Research and Engineering Company menandai titik kritis dalam aspek kemanusiaan selama konflik tahun 2026 ini. Sebagai produsen bahan aktif farmasi (API) untuk penyakit kardiovaskular hingga imunomodulator, lumpuhnya perusahaan ini mengancam ketersediaan obat-obatan esensial bagi jutaan pasien di Iran yang sudah tertekan oleh sanksi ekonomi.

Secara strategis, serangan ini terjadi di tengah pola pengeboman yang semakin luas, mencakup wilayah Isfahan yang merupakan "jantung" pertahanan Iran dan Zanjan yang merupakan pusat religi.

Penggunaan kekuatan militer terhadap fasilitas yang memiliki fungsi ganda (sipil dan negara) seperti perusahaan di bawah dana pensiun menunjukkan strategi "tekanan maksimum" yang bertujuan melumpuhkan ketahanan domestik Iran secara total.

Dengan jumlah korban sipil yang terus meningkat dan hancurnya infrastruktur kesehatan, tekanan internasional terhadap kedua belah pihak untuk segera menyepakati gencatan senjata semakin menguat, meskipun jurang ketidakpercayaan antar-negara masih sangat dalam.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 3 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 3 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 3 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 3 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 4 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 4 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia